Terkait Teror Angkot Milik Oknum Wartawan Dibom Molotov, Kapolrestabes: Sedang Lidik untuk Diungkap

Jumat, 28 Februari 2020 | 14:29 WIB

Medan – Sampai saat ini petugas kepolisian baik dari Polsek Patumbak maupun Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan terkait aksi teror yang dilakukan mafia kejahatan terhadap oknum wartawan berinisial DB. Dalam teror tersebut, angkutan umum milik korban dilempar bom molotov.

“Terimakasih informasinya. Sedang kami selidiki untuk diungkap,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir,” Jumat (28/2/2020).

Sebelumnya, oknum wartawan media online di Medan berinisial DB menjadi sasaran teror diduga dilakukan para ‘mafia kejahatan’. Angkot Rajawali, warna hijau BK 1607 MA miliknya dilempar bom molotov hingga terbakar oleh orang tak dikenal (OTK), saat diparkirkan di teras rumahnya, di Jl. Pertahanan Ujung, Dusun V Gg. Kolam, Desa Patumbak 1, Kec. Patumbak, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (27/02/20) sekira pukul 04.00 Wib.

Akibat dari kejadian tersebut, mobil angkot mengalami kerusakan akibat terbakar bakar di bagian samping kabin, kaca, bagian dalam dan luar serta bannya.

‪DB wartawan yang bertugas meliput berita di wilayah Patumbak, Delitua dan Talun Kenas itu, kepada wartawan mengaku bahwa sebelumnya ada membuat berita penangkapan bandar sabu terbesar yang beroperasi di Desa Patumbak 1, Kec. Patumbak, beberapa waktu lalu.

‪Dalam penangkapan yang dilakukan oleh Polsek Talun Kenas, diperoleh barang bukti dari bandar sabu berinisial DSL (21) sebanyak 20 gram serta alat hisapnya (bong).

‪”Kemungkinan karena ada diberitakan bandar sabu yang ditangkap Polsek Talun Kenas itu, makanya kasusnya lanjut dan diduga keluarga tersangka ngamuk dan marah di sepanjang Gang Mushola dan Gang Kolam. Sementara pemasok sabu yang ditengarai ada hubunan kekerabatan dengan tersangka, ngeber-ngeberkan knalpot sepeda motor RX Kingnya di sepanjang gang,” ujar salah seorang warga menimpali.

DB sendiri menduga bahwa aksi teror ini dilakukan oleh oknum bandar sabu di Patumbak yang tidak senang terhadap dirinya terkait masalah pemberitaan.

“Saya sedang membuat laporan di Polsek Patumbak. Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan di lapangan,” kata korban. (Arya)