Pembangunan Bronjong Intake Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Tarutung Diduga Memakai Bahan Material Illegal

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:21 WIB
Taput, MPOL: Proyek pemasangan bronjong pembangunan Intake  Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Tarutung berbiaya sekitar Rp 46 Miliar diduga memakai bahan material illegal.
        Pembuatan bronjong sementara itu diduga memanfaatkan batu pecah dari lokasi sungai sumber air Aek Butar. Sebab, dilokasi pembangunan Intake masih ditemukan sisa pecahan material batu belah.
       Pelaksanaan proyek diduga tidak sesuai mekanisme dan spesifikasi dalam pembangunan Intake. Diduga material batu yang digunakan diambil dari lokasi sungai persis dekat pembangunan bronjong.
        Dari papan proyek terpampang, mega proyek Mercusuar yang dikerjakan PT. Karya Dulur Saroha melalui Konsultan Supervisi PT. Globaltek Glory Konsultan  itu bersumber dari anggaran Kementrian PUPR RI Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Sumatera II.
        Pantauan medanposonline saat turun ke lokasi, Selasa (27/7) ditemukan beberapa kejanggalan dititik lokasi pembangunan Bronjong Intake.
         Selain memamfaatkan material illegal untuk meraup keuntungan besar, kayaknya pembangunan Intake itu masih bersifat berantakan.
       Mengetahui hal tersebut, saat awak media ini mengkonfirmasi Sri Wahdina Rangkuti, ST MT selaku PPK Air Tanah dan Air Baku II melalui SMS WhatssAppnya tidak ada balasan.
         Sementara ketika hal tersebut dikonfirmasi, Selasa  (27/7) ke Dirut PDAM Mual Natio Lamtagon Manalu, hanya menyebutkan bahwa proses pembangunan tersebut bukan domain kami.**