Mengaca Lompatan Terobosan Pembangunan Sewindu Drs. Nikson Nababan, M.Si

Senin, 17 Oktober 2022 | 11:22 WIB

Taput, MPOL: Angka kemiskinan di Tapanuli Utara diawal Drs. Nikson Nababan, M.Si menjabat sebagai bupati yang dilantik tanggal 16 April tahun 2014 yang lalu, kala itu bersama wakilnya Mauliate Simorangkir berada diangka 11,06 persen.

Setelahnya, persentase angka kemiskinan itu menurun menjadi 9,72 persen setelah sang visioner sewindu menjabat sebagai Bupati.

Disamping itu, indeks pembangunan manusia juga semakin membaik. Diawal kepemimpinannya, indeks pembangunan manusia 70,77 persen meningkat menjadi 73,76 ditahun 2021.

Terbukti, angka harapan hidup di tahun 2014 saat diangka 67,25 tahun meningkat menjadi 68.76 tahun pada 2021.

Disamping indikator makro diatas, lonjakan pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Utara (Taput) juga berangsur-angsur membaik.

Untuk mencapai keberhasilan itu, Nikson Nababan telah melakukan banyak terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat Tapanuli Utara hingga saat ini.

Juga dikuatkan melalui program visionernya yang tertuang dalam visi-misinya diperiode pertama 2014-2019 dan periode kedua 2019-2024 membangun Tapanuli Utara dengan mengedepankan terobosan-terobosan spektakuler.

Sejumlah prestasi membanggakan berhasil diwujudkannya. Termasuk anggaran APBD yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Tahun 2014 APBD Taput mengalami peningkatan dari Rp. 839.714.842 M menjadi Rp. 1.003.987.875. Ditahun 2016 APBD mengalami peningkatan lagi menjadi 1.304.677.090.

Dan di Tahun 2017 berkisar 1.198.948.378. Selanjutnya pada tahun 2018 APBD Taput kembali mengalami peningkatan menjadi 1.340.257.757. Di tahun 2019 APBD Taput berkisar 1.374.949.089. Mengalami peningkatan lagi di tahun 2020 menjadi 1.435.152.587.

Meningkat drastis lagi di tahun 2021 sebesar 1.507.991.263. Dan tahun 2022 APBD Taput mengalami penurunan akibat refocusing dan realokasi anggaran yang bersifat operasional ataupun bebas sebesar 38.89 persen.

Sumber data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sumatera Utara. Juga berbagai penghargaan diraihnya semenjak tahun 2014 hingga tahun 2022. Dibanjiri penghargaan, karena pencapaian kinerja dan prestasi melalui terobosan pembangunan.

Meraih 37 penghargaan dari tahun 2014 hingga 2022. Termasuk 8 penghargaan pengelolaan keuangan kategori WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK Perwakilan Propinsi Sumatera Utara.

Dari segi pengalaman, Nikson Nababan telah kunjungan kerja ke luar negeri tahun 2019. Enam hari di negara Australia melakukan penjajakan pembelian benih Macadamia guna mendukung pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan pada daerah air Danau Toba yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan.

Lima hari di negara Vietnam untuk mengikuti acara Exchange Experience And Information on Develoment Of Wood-Based Blomass Energy, Timer and NTFPs Industries yang juga diselengarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Hutan.

Sepuluh hari di California USA mengikuti Program Regional Urban Development Strategi (RUDS) yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri bekerjasama dengan INADATA dan Consulting Of California. Sumber informasi dirangkum dari Kehumasan dan Keprotokoleran Pemkab Taput.

Setelah dilantik Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Kala itu, pasangan Nikson-Mauliate mengusung tujuh janji dalam upaya memajukan Tapanuli Utara. Refleksi Kinerja pertama saat mengemban tugas secara perlahan telah tercapai.

Lompatan pembangunan sewindu Nikson Nababan memimpin dari tahun 2014 hingga 2022 di Tapanuli Utara yang menjadi prioritasnya pada bidang Infrastruktur jalan dan jembatan.

Anggaran per tahunnya lebih banyak dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan baik itu yang bersumber dari APBD, DAK, DID dan DBH.

‘Desa Maju, Kota Kuat, Indonesia Berdikari ‘, sebagai falsafah Nikson Nababan dalam memerdekakan desa terpencil dan terisolir di Tapanuli Utara.

Diawal kepemimpinannya tahun 2014, Nikson Nababan telah menganggarkan pembangunan jalan desa menuju kecamatan dengan kualitas Hotmix sebesar Rp. 24 miliar melalui P-APBD 2014 dan APBD tahun 2015.

Sejumlah ruas jalan dari desa menuju ibukota kecamatan telah dihotmix, seperti ruas jalan Parsalakan Pancurnapitu Siatas Barita.

Jalan Parbubu Air Soda, ruas jalan dalam kota Tarutung seperti kompleks pajak, ruas jalan Kecamatan Purbatua, ruas jalan Hutatinggi Parmonangan, ruas jalan Butar menuju Pagaran.

Mulai tahun 2014 hingga 2021 pembangunan bidang infrastruktur jalan hotmix sudah mencapai angka 324,53 KM. Untuk Lapen panjangnya 339,33 KM, Telford 70, 59 KM dan Cor/Rabat Beton sepanjang 18, 972 KM.

Di tahun 2022, pembangunan bidang jalan yang sudah terprogram, yakni jalan hotmix sepanjang 40.368, 30 meter, Lapen sepanjang 25.543,50 meter, Telford 8.002, 50 meter, Saluran Semen Jalan sepanjang 1.178,10 meter, Cor/Rabat Beton sepanjang 3.478,14 meter, Gorong-gorong/Box Culvert 3.478, 14 meter dan Dyk/Tembok Penahan sepanjang 246,90 meter.

“Sementara untuk jembatan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara bertahap membangun jembatan dengan konstruksi jembatan plat beton bertulang, jembatan gantung/rambing dan jembatan gelagar/plat baja,’ sebut Kadis PUPR Taput Dalan Nakkok Simanjuntak, Kamis (6/10/2022).

Total jembatan di Taput adalah 111 unit dengan panjang 1.351 meter. Terhitung sejak tahun 2014 hingga 2021 terdapat 92 unit jembatan yang sudah dibangun/diganti maupun jembatan yang dipelihara/direhabilitasi yang pelaksanaannya melalui pihak ketiga ataupun kerjasama dengan TNI.

Untuk anggaran tahun 2022 yang sedang berjalan ini, sedang berlangsung pembangunan 8 unit jembatan. Yang baru selesai masih jembatan gantung Ir. Soekarno Sigurung-gurung Kecamatan Pahae Jae.

Selebihnya masih sedang dikerjakan Pembangunan 5 unit jembatan beton. Jembatan Aek Barebe Kecamatan Purbatua, Jembatan Aek Dahasan Kecamatan Pahae Julu, Jembatan Aek Sitapian Kecamatan Adiankoting dan Jembatan Jalan Silando Kecamatan Muara.Dan Jembatan Gelagar/lantai baja 2 unit, yaitu Jembatan Aek Singgolom Kecamatan Garoga dan Jembatan Situmeang Habinsaran Kecamatan Sipoholon.

Telah menormalisasi sungai dengan bergotong-royong sepanjang 49,13 KM. Pembangunan saluran irigasi persawahan sepanjang 46,67 KM.

Dalam menunjang pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, Pemerintah telah membeli beberapa alat berat. 4 unit Excavator besar, 1 unit Excavator mini, 1 unit Wheel Loader, 1 unit Bulldozer, 1 unit Truck Trado, 1 unit Pemadat Tanah/Compaktor, 1 unit Breaker dan 1 unit Dump Truck.

Tepatnya, pada hari Rabu Tanggal 29 Desember 2021, Nikson Nababan meresmikan Jembatan Gantung Marhaenis Aek Pinang di Desa Hutatua Kecamatan Parmonangan yang menelan biaya Rp. 1,5 M. Jembatan tersebut dibangun atas kerja sama dengan Komandan Distrik Militer 0210/TU.

Kemudian, Rabu tanggal 9 Februari 2022, Nikson Nababan kembali meresmikan jembatan Nikson -Sarlandy penghubung desa terluar di Kecamatan Parmonangan dengan menggunakan APBD tahun 2021 sebesar Rp. 475.000.000.

“Harapan kami dengan terbangunnya jembatan Marhaeins Aek Pinang ini menggiatkan masyarakat lebih bersemangat untuk mengelola lahan pertanian,” ungkap Nikson Nababan.

Sebab, dengan adanya jembatan ini, telah terbuka akses untuk pendistribusian hasil pertanian yang lebih cepat menuju pusat pasar yang selama ini harus diangkut dengan kendaraan roda dua, dan sekarang sudah bisa dengan menggunakan roda empat.

Dan berharap perekonomian masyarakat Desa Hutatua dapat meningkat dengan terbangunnya jembatan permanen tersebut.

Sementara jembatan Nikson – Sarlandy yang saya resmikan ini merupakan jembatan penghubung Parmonangan Barat dan Parmonangan Timur untuk peningkatan sarana prasarana di desa terisolir yang berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Disisi lain dibangunnya jembatan ini, untuk menyatukan kembali ekonomi masyarakat, sosial dan budaya untuk kehidupan yang lebih baik. ” Masyarakat Parmonangan Barat tidak harus ke Tapteng lagi untuk menjual hasil pertaniannya,” ucapnya.

Kembali bersama Danrem 023/KS Kolonel (Inf) Dody Triwinarto, S.I.P M.Han dan Dandim 0210/TU Letkol (Inf) Hari Sandra meresmikan Jembatan Gantung Ir.Soekarno sepanjang 68 meter di Dusun Hutabagasan Desa Sigurung-gurung Kecamatan Pahae Jae, Rabu tanggal 31 Agustus 2022.

Jembatan gantung ini merupakan jembatan strategis yang menghubungkan beberapa dusun dan lokasi pertanian, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat menjadi akses ke lokasi permukiman dan pertanian.

” Terimah kasih kepada TNI telah bergotong royong menyelesaikan jembatan ini.

Dan jembatan ini merupakan program prioritas Pemkab Taput sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mensejahterakan petani,” sebutnya.
Infrastruktur adalah prioritas bupati membangun Tapanuli Utara.

Karena dengan demikian, perkonomian semakin meningkat. Turun langsung menjemput aspirasi warga bahkan menginap didesa masih jurus andalannya. Dia dihapadan warga selalu menyuarakan, semasa jabatan saya, saya akan merdekakan desa-desa di Tapanuli Utara.

Merdeka dari ketertinggalan, merdeka dari kegelapan dan merdeka dari kemiskinan. Dan akan membuka akses jalan perbatasan-perbatasan.

Diawali dengan dibukanya jalan hingga tembus ke Hajoran daerah terluar di Kecamatan Parmonangan yang berbatasan dengan Tapanuli Tengah.

Dan sudah terlaksana pembangunan perkerasan jalan sepanjang 2 KM hingga bisa dilalui kendaraan roda empat.

Desa Batu Arimo, Desa Manalu Purba dan Purba Dolok di Hajoran sudah terkoneksi melalui Desa Pertengahan untuk berinteraksi ke Parmonangan Barat, yang selama ini berinteraksi ke Tapanuli Tengah.

Kemudian, telah membuka lagi akses jalan tembus dari Dusun Muara Tolang Kecamatan Simangumban yang berbatasan dengan Tapanuli Selatan.

Lalu meminta kepada Gubsu Edy Rahmayadi agar dibuka jalan strategis menghubungkan SEI Mengkei Kecamatan Garoga. “Hal itu akan menjadi sebuah terobosan dan saya rencanakan sejak dulu,” katanya.

Apabila dari Garoga tembus SEI Mengkei terlaksana waktu tempuh hanya sekitar 4 jam menuju Belawan. Sehingga nantinya hasil bumi dari Garoga dan daerah sekitarnya bernilai tambah, karena dampak turunnya biaya transportasi dan waktu tempuh berkurang.

” Ketika biaya transportasi berkurang dan waktu tempuh berkurang, akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Utara ataupun Kabupaten lain,” harapnya saat memberikan propsal ke Gubsu, tangga 22 September tahun yang lalu.

Tak sampai disitu, Bupati Nikson Nababan dalam menuntaskan infrastrukur di 241 desa dan 11 kelurahan di periode keduanya rela mengemis anggaran ke pusat.

Telah mengajukan permohonan kepada Presiden Joko Widodo anggaran untuk menuntaskan infrastruktur jalan dan jembatan di Taput sebesar Rp. 1,1 Triliun.

” Kita butuh anggaran sebesar itu untuk membenahi jalan kita yang eksisting (susah ada). Seperti pengaspalan, pengerasan dan pemeliharaannya,” ungkapnya saat mengikuti kebaktian di Gereja HKBP Ranggitgit, Minggu (5/11/2021).

“Agustus kemarin saya sudah teken proposal ke Menteri PUPR usulan pembangunan infrastruktur jalan dan sumber daya air sekitar 127 M,” sebutnya.

Kebutuhan anggaran tahun 2022 telah melayangkan surat ke Kementrian PUPR agar DAK sebesar 127 Miliar mengucur ke Taput.

September tahun 2020, pemerintah pusat telah memberikan bantuan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dampak dana PEN sangat besar, dimana infrastruktur kita terbenahi, sektor ekonomi mikro dan makro tumbuh diakhir tahun.

Keinginan Nikson Nababan untuk memerdekakan desa terisolir di Tapanuli Utara harus terwujud selama menjabat bupati.

Dalam mengurangi rumah tidak layak huni untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan cara merangsang bantuan stimulan berupa bahan bangunan.

Anggota DPR RI Sukur Nababan memberikan kontribusi yang luar biasa membangun Tapanuli Utara.

Melalui dana aspirasi di Kementrian PUPR RI, Sukur Nababan telah banyak mengalokasikan dana untuk BSPS ( Bantuan Stimulan Masyarakat Swadaya) ke Taput.

Terhitung sejak tahun 2015 hingga 2022, sebanyak 8.500 unit bedah rumah sudah terlaksana di Tapanuli Utara.

” Seperti yang disampaikan dari pihak Balai Pak Sirait, bahwa 20% wajah BSPS Sumatera Utara adalah Tapanuli Utara,” ujar Nikson Nababan saat mensosialisasikan verifikasi usulan calon penerima BSPS tahap IX tahun 2022, Rabu (29/06/2022) bertempat di Aula Martua Kantor Bupati Taput.

BSPS adalah program yang lebih di kenal dengan Bedah Rumah yaitu program dari Kementrian PUPR dibawah Dirjen Perumahan yang dimana hari ini balai ditugaskan sebagai perpanjangan tangan dari Direktorat yaitu Balai Pelaksana Perumahan.

” Bahwa 1500 unit rumah yang tersebar di 15 Kecamatan, untuk 107 Desa di Kabupaten Tapanuli Utara, dimana 27 desa sudah pernah mendapatkan alokasi yang sama di tahun 2021,” sebutnya.

Kembali di tahun 2021, Taput juga mendapat 1.500 alokasi dari Pak Sukur Nababan. Dari hal tersebut kita bisa melihat bersama perhatian Pak Sukur Nababan dan Bapak Bupati Taput Nikson Nababan sangat besar pada Kabupaten Tapanuli Utara terkait RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).

” Kami mohon agar para camat dan Kepala Desa juga Pemerintah Kabupaten selalu berpedoman pada Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada supaya pelaksanaan BSPS di Kabupaten Tapanuli Utara ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan waktunya,” tutur Tani Frisda Sinaga selaku Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Swadaya Balai Pelaksanaan Penyedia Perumahan Sumatera II pada saat itu.

Melalui informasi dari Dinas Perumahan Dan Pemukiman (Perkim), jumlah bantuan stimulan yang diterima masyarakat setiap tahunnya terus meningkat angggaranya.

Pada tahun 2015 hingga 2018 masyarakat penerima bedah rumah sebesar Rp.17,5 juta.

Dengan rincian, 12,5 juta untuk bahan dan 2,5 juta pengganti upah tukang. Di tahun 2019 hingga tahun 2020 anggaran untuk bedah rumah meningkat.

Dari Rp.15 juta menjadi Rp. 17,5 juta. Bahan Rp.15 juta dan pengganti upah tukang Rp. 2,5 juta.

“Bahkan ditahun 2020 hingga 2022 anggaran tersebut meningkat lagi menjadi Rp. 20 juta. Bahan Rp. 17,5 dan untuk pengganti upah tukang Rp. 2,5 juta,” ujar Kadis Perkim Budiman Gultom melalui Robert Marbun selaku Fungsional Teknik Tata Bangunan Dan Perumahan, Rabu (12/10).

Masih bersumber dari Dinas Perkim, melalui dana aspirasinya, Ir. Sukur Nababan kembali mengalokasikan dana sebesar Rp. 3 M ke Pemkab Taput sebagai penerima program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) dari Kementerian PUPR RI.

Sebanyak 3 lokasi menjadi sasaran program penataan kawasan kumuh penerima program Kotaku, yakni Kelurahan Pasar Siborongborong di Kecamatan Siborongborong, Kelurahan Partali Toruan di Kecamatan Tarutung dan Desa Huta Na Godang di kecamatan Muara. Masing-masing lokasi mendapatkan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Sehingga total keseluruhan mencapai Rp 3 miliar.

Dalam hal ini, proses pengerjaan program Kotaku bersifat padat karya oleh kelompok kerja masyarakat dengan membangun insfrastruktur untuk mengurangi kawasan kumuh.

Nikson Nababan sangat mengapresiasi program Kotaku itu. ” Program ini sangat penting dalam penataan kota. Harus benar benar memanfaatkan dan lokasi yang tepat di desa atau kelurahan yang sudah dihunjuk,” kata Nikson Nababan saat memimpin rapat sosialisasi perangkat daerah terkait tujuh indikator kawasan kumuh, Selasa (20/4/2022) di Sopo Rakyat Rumdis Bupati Tarutung.
Kita juga harus kerja keras untuk terus mendapatkan program program di Kementerian untuk kita dapatkan alokasinya di Taput.

Dari informasi lainnya, selain mendapat program BSPS dan Kotaku, Pemkab Taput juga mendapat program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) mulai dari tahun 2017 hingga 2022.

“Totalnya mencapai Rp 22,2 M. PISEW bertujuan untuk peningkatan ekonomi antara dua atau lebih desa yang berdekatan dalam satu kecamatan dengan membangun insfrastruktur, irigasi, jalan dan jembatan,” kata Robert Marbun.

Tidak cukup berhenti disitu, kini perjuangan Nikson Nababan kebentur kiris air minum di Tapanuli Utara yang sudah puluhan tahun belum teratasi.

Menurut informasi dari Dirut PDAM Mual Natio Lamtagon Manalu, jauh sebelum kepemimpinan Drs. Nikson Nababan krisis air minum sudah ada.

Hal itu disebabkan debit air dari sumber air PDAM setiap tahun semakin menurun, disisi lain anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Taput sangat terbatas.

Debit air yang dikelola PDAM Mual Natio untuk Kota Tarutung dan sekitarnya saat ini hanya sekitar 40 liter/detik dengan jumlah pelanggan 8.300 SR.

Idealnya untuk sejumlah pelanggan tersebut debit air sedikitnya 80 l/detik, sehingga terdapat kekurangan lebih dari 40 l/dtk.

Melihat hal tersebut Drs. Nikson Nababan, M.Si segera melakukan upaya untuk melakukan pembenahan terhadap pelayanan PDAM dengan cara mengupayakan dana dari APBN, sebab jika mengandalkan APBD akan sangat sulit untuk mewujudkan penambahan debit air.

“Melalui perjuangan panjang setelah sebelumnya beberapa kali tertunda, yang salah satu akibat dampak Covid-19, Pemerintah Pusat akhirnya menyetujui usulan bupati untuk menambah debit air di Tapanuli Utara, dengan sumber Dana APBN,” kata Dirut PDAM Mual Natio, Kamis (13/10/2022).

Pada Tahun 2021 Kementerian PU-PR telah selesai membangun air baku dengan kapasitas 50 liter/detik dan besar dana sekitar 60 milyar.

Selanjutnya untuk tahun 2022 Kementerian PUPR kembali mengucurkan dana sekitar 50 milyar lagi untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan tahun 2021 yang lalu yaitu untuk membangun IPA (Instalasi Pengolahan Air) yang diharapkan pekerjaannya selesai pada tahun 2023.

” Bantuan pemerintah pusat ini merupakan bantuan yang terbesar yang pernah diperoleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk peningkatan pelayanan air minum dan merupakan hasil perjuangan panjang yang dilakukan Bupati Drs. Nikson Nababan, M.Si dan dukungan abangnya Ir. Sukur Nababan,” terangnya.

Ditengah Indonesia dihadapkan pada pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat paska Pandemi Covid 19, pembangunan di Tapanuli Utara terus berkelanjutan.

Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) dan Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPA) untuk menyokong ancaman krisis air minum yang selama puluhan tahun akhirnya kembali dibangun. SPAM di Sipoholon dan Tarutung nantinya untuk menyuplai air minum di tiga kecamatan (Tarutung, Sipoholon, Siatas Barita).

Melalui kerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II telah membangun intake, reservoar dan pipa transmisi yang menelan biaya Rp. 70 M dari anggaran APBN tahun 2021.

Lanjutan pembangunan SPAM IKK Tarutung yang rupiah murni, tidak utang kembali dikucurkan melalui anggaran APBN tahun 2022/2023 sebesar Rp.44, 2 M.

“Proyek ini akan mulai dilaksanakan pada bulan Oktober 2022,” ujar Dwi Atma Singgih Raharja, Kasatker Air Minum Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumut Kementrian PUPR pada Rakor Pelaksanan Kegiatan Pembangunan SPAM IKK Tarutung, Rabu (28/9) di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Tarutung.

Bupati Nikson Nababan dalam menanggapi ancaman krisis air minum mengeluarkan sedikit jurus di Kementrian PUPR.

Pembangunan SPAM IKK Tarutung tahap kedua tidak lepas dari kerja keras abang saya Sukur Nababan yang terus ngetol memperjuangkan anggarannya di Kementrian PUPR.

“Setelah saya menjabat, saya tidak tau krisis air minum sudah menjadi permasalahan di Tapanuli Utara selama puluhan tahun. Ditangan saya krisis air minum harus tuntas,” tegasnya. Hal itu disebabkan sumber air semakin lama semakin habis. Pertambahan penduduk semakin meningkat.

“Mari kita jaga bersama agar lanjutan pembangunan berjalan dengan baik. Karena dengan dibangunnya IPA dan SPAM itu diperkirakan Taput tidak krisis air bersih hingga 50 tahun kedepan,” harap Nikson Nababan.

Pada sektor pertanian, Nikson Nababan mulai tahun 2014 hingga 2022 telah memprogramkan peningkatan hasil pertanian dengan pemberian benih dan bibit unggul.

Membuka jalan usaha tani, pembangunan irigasi, embung serta DAM parit. Jalan Usaha Tani (JUT) yang telah dibangun pemerintah hingga tahun 2021 sepanjang 40 KM.

Pembangunan embung hingga tahun 2021 sudah 21 unit, DAM Parit 19 unit, Jaringan Irigasi Desa 10,07 KM, Irigasi tanah 116 unit.

Sejak tahun 2014, Nikson Nababan dalam membantu petani sudah banyak menyalurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) melalui Kelompok Tani (Koptan).

Handtractror sudah 133 unit, Pompa Air 63 Unit, Tractor Mini 4 unit, Hand Sprayer 367 unit, Pemipil Jagung 67 unit, Mesin Kompos 36 unit, Power Traser 68 unit, Mesin Pengupas Kopi 58 unit, Rotavalor 8 unit, Tractor Besar 11 unit, Paddy Power 399 unit, Cultivator 104 unit, Power Sprayer 104 unit dan Alat Tanam Jagung 416 unit.

Lalu memprogramkan pemberian pupuk pasca bayar panen kepada petani melalui Perusda Pertanian.

Dan subsidi harga untuk tiga jenis komoditi, cabe merah, bawang merah dan gabah memalui pasar lelang dengan memberikan jaminan harga wajar agar petani tidak mengalami kerugian saat harga turun.

Atas terobosannya itu, Nikson Nababan berhasil mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif Kategori Pembangunan Ekonomi Melalui Program Pupuk Bersubsidi Yang Dibayar Setalah Panen Serta Pengembangan Pasar Agro Dengan Membuka Sistem Lelang Untuk Hasil Pertanian Warga tahun 2016 dari MNC Grup/Koran Sindo.

Sudah mengolah lahan gratis, dengan total lahan yang diolah hingga tahun 2021 seluas 4970 hektar.

Untuk mendukung Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan, Nikson Nababan telah banyak memberikan bantuan bibit unggul holtikultura, bibit ternak dan membuka lahan pertanian serta mencetak kolam warga.

Seperti, padi sawah, padi gogo, jagung dan kacang tanah, bawang merah, cabe merah, jeruk, mangga, durian, alpukat, bibit kopi dan cacao serta ayam buras, itik dan kambing.

Tahun 2016 hingga 2021, melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan ternak kerbau sebanyak 61 ekor, ternak babi 406 ekor, ternak itik 12.386 ekor, ayam buras 7.698 dan kambing 417 ekor.
Sumber informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara.

Bicara mengenai pendidikan, Bupati Nikson Nababan sejak tahun 2014 dalam misinya sudah menomor satukan pendidikan. Dimana dalam poin itu tertulis Kalimat, ‘Meningkatkan Akses Pendidikan dan Menyiapkan Pendidikan Yang berkualitas’.

Dalam hal ini, Dunia pendidikan bagi Nikson Nababan harus benar -benar memprioritaskan kualitas.

Kualitas pendidikan baginya harus berkolaborasi dengan indeks pembangunan manusia yang nantinya dapat berkontribusi terhadap indeks kesejahteraan.

Capaian pendidikan gratis bagi tingkat SD-SLTA dan beasiswa bagi pelajar berprestasi telah dilaksanakan diperiode pertamanya.

Namun, pada tahun 2015, Nikson Nababan memaksimalkan upaya memberikan kemudahan kepada masyarakat agar anaknya dapat mengenyam pendidikan lebih baik dengan memberikan pendidikan gratis sampai jenjang SLTA tanpa dipungut biaya.

Tidak jauh beda diperiode keduanya bersama Sarlandy Hutabarat (2019-2024), dimana dalam visinya, Tapanuli Utara Sebagai Lumbung SDM Berkualitas.

Sampai sekarang, Nikson Nababan masih menganggarkan pemberian insentif tenaga pendidik disekolah terpencil dan sangat terpencil.

Pemberian insentif guru Honor, PAUD hingga SMP. Memberikan bantuan beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi dan yang kurang mampu.

Pengembangan kulifikasi akademik guru mata pelajaran ke tingkat sarjana (S1).
Pembangunan sekolah unit baru SMPN 7 Tarutung dan SMPN 6 Garoga, SMAN 1 Purbatua dan SMAN 2 Parmonangan.

Program lainnya, pengadaan bus sekolah desa terpencil. Penataan lingkungan sekolah yang nyaman, asri dan tertata.

Pemberian bantuan beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi dan kurang mampu untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Terobosan pada bidang kesehatan, seorang Nikson Nababan telah membangun pelayanan kesehatan dan pembenahan RSUD Tarutung yang sudah dirasakan masyarakat Tapanuli Utara.

Seperti, berobat gratis di tingkat Puskesmas, memberikan insentif kepada tenaga kesehatan yang berada di faslitas pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan sangat terpencil. Memberikan insentif tenaga kesehatan sukarela diseluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan puskesmas 24 jam.

Melakukan pembenahan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), Alat Kesehatan, Infrastruktur, Ambulance, dan Puskemas Keliling. Pendirian Rumah Sehat Jiwa di Kecamatan Pangaribuan, memberikan Premi Jamkesda ke sebanyak 36.000 jiwa yang anggarannya dari APBD.

Public Safety Center (PSC) 119 yang selalu siap melayani di setiap kecamatan, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, bayi, balita dan lansia, pembinaan lansia dengan senam dan pemeriksaan kesehatan.

Peningkatan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung yang telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan sudah terakreditas paripurna (Bintang 5).

Penempatan Dokter Spesialis dan Pemberian Insentif Dokter Spesialis Full Timer sebanyak 30 orang, penyediaan fasilitas medical Check Up, Ct Scan, Mesin Haemodolisa serta pelayanan gawat darurat melahirkan 24 jam, pembangunan dan peyediaan fasilitas pelayanan Covid-19 dan menjadi Pusat Rujukan Tapanuli Utara, pembangunan Therapeutik Feeding Center (TFC) di Puskesmas Siborongborong dalam penanganan stunting.

Dalam terobosannya di Bidang Kesehatan telah mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) kategori Pelayanan Masyarakat Melalui Program Tapanuli Utara Bebas Pasung tahun 2018 dari MNC Grup/Koran Sindo.

Serta meraih penghargaan Atas Kinerja Inovasi Daerah Dalam Lomba Tatanan Normal Baru Produktif Dan Aman Covid-19 Sektor Transportasi Umum dari Kementrian Dalam Negeri tahun 2020.

Dan pada Tahun 2022 meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif Melalui Peningkatan Pelayanan Kesehatan dari MNC Portal Agung Firman Sempurna yang diberikan Menteri Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs.H Abdul Hakim Iskandar.

Lompatan terobosan berikutnya, dalam memerdekan desa terisolir, berbagai upaya, baik pendekatan dan komunikasi yang baik dengan pihak PLN, Nikson Nababan telah banyak memerdekakan desa dari kegelapan melalui Program Listrik Desa.

Jaringan Listrik Desa (JLD) yang sudah dibangun, yakni Desa Rura Dolok, Desa Rura Toruan Kecamatan Sipoholon. Dusun Lobu Tapan dan Dusun Longat Kecamatan Pahae Julu.

Dusun Lumbantobing dan Parik Kecamatan Parmonangan. Dusun Hutaginjang Kecamatan Muara dan Dusun Aek Matio Kecamatan Adiankoting. (sumber Dinas Lingkungan Hidup Taput).

Pada pelayanan publik, semenjak menjabat, Nikson Nababan telah memulai upaya penataan birokrasinya.

Hal ini diawali dengan pemberian peringatan kepada seluruh aparaturnya untuk tidak melaksanakan pungutan-pungutam liar didalam memberikan pelayanan.

Demikian juga halnya ketika penempatan dalam jabatan struktural, Nikson Nababan telah melakukan fit and Proper Test bagi calon pejabat eselon II.

Penataan tidak saja di struktural organisasi yang dipimpinnya, tetapi juga dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan.

Bukan berarti mengesampingkan bidang lain seperti, bidang pariwisata, ketahanan desa, bidang koperasi dan UMKM, Bukalapo dan bidang lainnya.

Lompatan kinerja Bupati Nikson Nababan sewindu kepemimpinannya sudah sangat berdampak kepada kehidupan masyarakat Tapanuli Utara.

Dari catatan diatas, dapat kita dapat disimpulkan bahwa indeks pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, indeks pembangunan manusia, angka harapan hidup sudah mengalami peningkatan.

Penurunan ekonomi tahun 2015 hingga 2019 cenderung naik dibawah kepemimpinan nikson Nababan.

Turunnya pertumbuhan ekonomi tahun 2020 (1,5 persen dari 4,62 tahun 2019). hal ini dapat dimaklumi mengingat Pandemi Covid 19 benar-benar melanda sektor perekonomian tanah air dan bahkan dunia.

Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi diangka 1,5 masih layak dibanggakan melihat data pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Propinsi Sumatera Utara. Tapanuli Utara (1,5) menjadi kabupaten urutan kedua tertinggi pertumbuhan ekonominya dimasa Pandemi Covid-19 setelah Nias (1,8 persen).

Diakui, kemajuan diberbagai sektor telah dicapai selama 8 tahun masa jabatan Nikson Nababan. Tidak ada gading yang tidak retak, dari sekian permasalahan pastinya masih ada yang perlu dievaluasi untuk dituntaskan. Salah satunya sektor pariwisata yang masih butuh perhatian. Pariwisata salah satu sektor pendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Dimana, muara menjadi masuk dalam destinasi KSPN. Permasalahanya pada Amenitas, (kurangnya minat pelaku usaha), Aksebilitas, dimana akses menuju destinasi objek wisata yang ada masih kurang, sehingga membutuhkan waktu tempuh lebih lama dan ketidaknyamanan para wisatawan.

Agar pokus pada peningkatan infrastruktur menuju destinasi wisata untuk mengurangi waktu tempuh.

Lalu kurangnya atraksi dan kurangnya pendampingan dan pembinaan bagi para pelaku wisata.

Peningkatan kondisi destinasi wisata, meningkatkan promosi wisata melalui even-even nasional dan internasional, meningkatkan SDM pelaku wisata melalui pelatihan dan pendampingan dan kemudahan berusaha/perizinan.

Diharapkan, pada masa sisa jabatannya dapat mengembangkan muara menjadi destinasi wisata unggulan Danau Toba di Tapanuli Utara.

Demikian juga penyelesaian konflik kepemilikan tanah di Tapanuli Utara. Dimana masih banyak sengketa-sengketa lahan terlebih tanah wilayah (adat) yang berada dalam kawasan hutan.

Diperingatan Hari Jadi Taput ke 77 tahun 2022, Bupati Nikson Nababan telah menyerahkan beberapa pengukuhan keberadaan masyarakat hukum adat di Taput. Namun, masih banyak lagi konflik yang belum terselesaikan.

Diharapkan ini dapat menjadi PR pada masa sisa jabatannya dua tahun lagi.
Dalam memantapkan program-program pembangunannnya yang prioritas perlu pemecahan permasalahan dan kekurangan.

Pada sektor infrastruktur jalan perlu meningkatkan kemantapan jalan kabupaten yang masih rendah dan masih kurangnya interkoneksi antar wilayah. Di sektor kesehatan, stunting masih perlu diperhatikan.

Sarana dan prasarana desa terpencil perlu ditingkatkan serta ketersediaan tenaga kesehatan dokter dan dokter gigi.

Sektor pendidikan, penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi belum sesuai dengan karakteristik geografis di Tapanuli Utara berdampak pada penyebaran siswa-sisiwi tidak memperoleh akses pendidikan disekolah-sekolah negeri ataupun sekolah yang terbaik.

Dan kewenangan SMK/SMA seyogianya harus dikembalikan kepemerintah kabupaten.

Pada Sektor Pertanian, pemerintah dalam membantu masyarakat petani baik berupa Alsintan, bibit unggul harus tepat sasaran.

Juga agar mengontrol penyaluran pupuk bersubsidi bagi Kelompok Tani dari Perusda Pertanian.

Karena harga pupuk non subsidi harganya meroket naik.