Dapat Bantuan APD, Masyarakat Tj. Balai Sampaikan Terimakasiih Pada Edy Rahmayadi

Rabu, 7 Oktober 2020 | 14:42 WIB

Tanjung Balai, MPOL : Satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Tanjung Balai mendapat bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), yang diserahkan secara simbolis oleh Pjs. Walikota Tanjung Balai, Dr. Ismael P. Sinaga, M.Si., kepada seluruh camat di Kota Tanjung.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covis-19 di Pendopo Rumah Dinas Walikota Tanjung Balai, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (03/10/2020).

Bantuan APD yang diberikan berupa masker non medis, peralatan cuci tangan portabel, sabun cuci tangan cair, face shield, hand sanitizer dan disinfektan.

Pjs. Walikota Tanjung Balai, Ismael P Sinaga, yang juga Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provsu, dalam kesempatan ini sekaligus memboyong para Kabid antara HM Ramadhani Lubis (Kabid Anggaran), Kabid Evaluasi Juliadi Zurdani Harahap, Suwito (Kabid Akuntansi), Halimatussaadiah (Kabid Perbendaharaan) dan Sekretaris BPKAD Hendra Yudi.

“Saya sengaja membawa para Kabid di BPKAD Provsu ini agar Laporan Keuangan Pemko Tanjung Balai setelah ini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),“ ujar Ismael Sinaga.

Selain itu Ismail mengaku meski cuma dua bulan diberi kesempatan untuk memimpin rakyat Tanjung Balai sehubungan pelaksanaan Pilkada di daerah ini, namun ia ingin memberikan lingkungan kerja yang maksimal karena ingin melakukan beberapa perubahan di lingkungan kerja Pemko Tanjung Balai, di antaranya penerapan transaksi non tunai, CMS (cash management sistem) non SP2D (surat perintah pencairan dana) dan kainnya.

Ismail mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan Pemprovsu kepada Kota Tanjung Balai, “Semoga bantuan ini bermanfaat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, di Tanjung Balai,” kata Ismail.

Ismail mengajak sekaligus meminta kepada para camat agar secara bersama-sama mencegah Covid-19, mendistribusikan bantuan terbatas tersebut tepat sasaran, seperti penjaga warung yang sadar akan bahaya Covid-19.

Ismail menegaskan, seluruh jajaran camat harus menjadi contoh bagi masyarakat, dan harus bisa mengendalikan keramaian, “ingatkan protokol kesehatan, bila perlu bubarkan jika ditemui masyarakat yang tidak patuh,” tegasnya.

“Para camat jangan main-main dan ragu dalam pelaksanaan penanganan Covid -19, Mari kita bergandengan tangan dalam mengatasi Covid -19,“ ujarnya.

Sosialisasi 3M

Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi bahaya Covid-19 dengan mengundang narasumber Ketua PWI Sumatera Utara, H Hermansyah.

Hermansyah dengan materinya “Komunikasi Massa”, memaparkan, dalam penyebaran Covid-19, Kota Tanjung Balai berada pada posisi zona hijau. Ini pantas kita syukuri namun jangan lengah, karena tingginys populasi penduduk yang padat di kota Tanjung Balai sangat rentan dengan penyebaran Covid-19.

“Artinya, dimana pun kita berada, Covid-19 tetap ada, Berikan penjelasan serta pengertian kepada masyarakat bahwa penyakit ini sudah di depan mata,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, adalah dengan isolasi mandiri dan melaksanakan perubahan prilaku baru, 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

“Ini harus menjadi suatu kebutuhan bagi kita. Termasuk memperkuat daya tahan tubuh dengan selalu mengkonsumsi vitamin dan buah-buahan,” tegas Hermansjah..

Ia menambahkan, Covid-19 bukan wabah yang harus ditakuti. Bila ada orang terdampak, maka hendaknya harus diketahui publik supaya menimbulkan kesadaran bagi masyarakat untuk bisa melaksanakan protokol Covid-19. “Dan ini bukan hal yang memalukan,” pungkas Hermansjah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekdako Tanjung Balai, Yusmada Silalahi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjung Balai Ridwan, para Camat se-Kota Tanjung Balai, serta pengurus PWI Tanjung Balai. **