Syamsul Arifin Minta DPD RI Telisik Aturan yang Sebabkan Banjir Bandang di Bahorok

Jumat, 20 November 2020 | 01:02 WIB

Medan, MPOL : Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE meminta DPD RI, melalui anggotanya asal Sumatera Utara Dr Dedi Iskandar Batubara, untuk menelisik ketentuan-ketentuan terkait perlindungan atau pemanfaatan hutan khususnya yang berlaku di Provinsi Sumatera Utara, dan lebih khusus lagi terkait dengan Kabupaten Langkat.

Telisikan tersebut, menurutnya, sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kelemahan dan kekurangannya yang dapat memperbesar potensi terjadinya banjir bandang di kawasan Kabupaten Langkat seperti di Kecamatan Bahorok. Seperti diketahui, kabupaten tersebut khususnya di sepanjang daerah aliran sungai yang dipenuhi oleh obyek-obyek wisata seperti di Kecamatan Bahorok, berpotensi terulangnya terus banjir bandang.

Foto bersama di akhir audiensi. (ist)

Permintaan dan masukan tersebut disampainya pada kesempatan saat pengurus PB MABMI menerima audiensi Ketua PW Aljam’iyatul Washliyah Sumut Dr Dedi Iskandar Batubara dan Panitia Hari Lahir (Harlah) Al Washliyah ke-90, Kamis (19/11/2020) di Kantor PB MABMI Jalan Brigjen Katamso No. 41-I Medan. Dalam audiensi itu, selain mengenai sejarah dan perjuangan Al Washliyah juga dibincangkan tentang peran organisasi masyarakat dalam pembangunan bangsa.

“Saya kasi masukan kepada DPD RI, melalui Pak Dedi Iskandar selaku anggota DPD dari Sumut, cobalah lakukan penelisikan pada peraturan-peraturan terkait hutan dan sungai di Langkat. Agar kelemahan dan kekurangan yang akibatnya dapat membuat terjadinya banjir bandang di sepanjang DAS seperti di Kecamatane Bahorok, dapat dikurangi. Daerah itu saat ini memiliki potensi berulangnya banjir bandang,” ujar Syamsul Arifin.

Syamsul Arifin mengngkapkan, beberapa waktu lalu pada kesempatan ia mengunjungi Bahorok dan meninjau daerah aliran sungai yang dijadikan obyek-obyek wisata, ia terkejut melihat kondisi yang baginya sangat memprihatinkan. Kala itu, kecermatannya atas pengalaman dan ketajaman analisisnya sudah mengingatkan secara tidak langsung dalam rombongannya, bahwa kalau keadaannya seperti itu maka sangat berpotensi banjir bandang sewaktu-waktu dapat kembali melanda daerah tersebut.

“Dan saya terkejut, hari ini saya baca di koran-koran memberitakan terjadi banjir bandang di Bahorok khususnya di aliran Sungai Landak (Landak River) Bukit Lawang, Kecamtan Bahorok, Langkat. Saya waktu di rombongan berkunjung ke sana sudah memperkirakan dan tidak langsung mengingatkan, kondisi di sana saat itui berpotensi banjir bandang. Ternyata benar terjadi,” ungkap mantan Bupati Langkat tersebut.

Saat audiensi berlangsung. (ist)

Ia mengatakan, beberapa tahun lalu ketika ia menjabat sebagai Bupati Langkat dan terjadi banjir bandang meluluh-lantakkan sepanjang DAS yang dijadikan obyek wisata di kawasan Bukit Lawang tersebut, ia sudah membuat aturan-aturan agar dapat menghindari terjadinya banjir bandang. Namun menurutnya, belakangan ini kondisi sudah tidak seperti apabila aturan yang pernah ia instruksikan dahulu.

Kondisi tata kelola di kawasan tersebut seperti yang ia lihat beberapa waktu lalu, menunjukkan besarnya potensi sesewaktu terjadi banjir bandang. Misalnya, adanya tumpukan-tumpukan kayu dan kondisi lainnya yang dapat diduga membuat air tertahan sehingga satu saat bisa pecah melimpah dan menimbulkan banjir bandang. Hal ini menyangkut ketentuan yang ketat termasuk soal penebangan hutan yang kayunya ditumpuk-tumpuk di daerah aliran sungai.

“Jadi Pak Dedi, tolonglah DPD RI dapat menelisik, agar kalau ada aturan-aturan yang membuat peluang bagi potensi timbulnya banjir bandang bisa diperbaiki. Ngeri kita kalau mengingat betapa besar korban nyawa dan harta benda apabila banjir bandang melanda, seperti yang pernah terjadi dahulu,” harap mantan Gubernur Sumut itu yang disambut kesangguan oleh Dr Dedi Iskandar.

HARLAH KE-90

Dalam audiensi itu sendiri, Ketua PW Al Washliyah Sumut Dr Dedi Iskandar dan Ketua Panitia Harlah menyapaikan undangan khususnya kepada Ketua Umum PB MABMI, untuk berkenan hadir pada peringatan Hari Lahir ke-90 Al Washliyah yang akan dilangsungkan di Kantor PW Al Washliyah Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, 29 malam 30 November 2020. Seperti dikethaui Aljam’iyatul Washliyah lahir di Medan pada 30 November 90 tahun lalu.

Ketua Panitia juga menjelaskan berbagai kegiatan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari lahir tersebut, hingga akhir Desember mendatang. Di antaranya adalah melaksanakan Sunat Massal kepada anak-anak dari keluarga lemah ekonomi atau lainnya.

Syamsul Arifin menyatakan mendukung kegiatan dan program Al Washliyah tersebut, bahkan sebagai salah satu warga Alwashliyah ia mengaku sangat konsen untuk peran-peran salah satu organisasi umat Islam terbesar di Indonesia ini, dalam partisipasinya membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menerima audiensi tersebut didampingi pengurus PB MABMI antara lain Zaidan BS, Syahril Tambuse, Datuq Adil F Haberham, Azrin Marydha, OK Azhari dan Irian Nasution dari PW MABMI Sumut. Sedangkan Dr Dedi Iskandar datang disertai pengurus PW Al Washliyah dan sebagian merangkap Panitia Harlah ke-90, di antaranya Alimnur Nasution, Akmal Samosir, Jumari, Zulfadly Lubis, Iwan Sudarso dan H Limbong. (am)