Terkait Berita Oknum Mandor Besar Pabrik: Rekrut Pekerja Serap, Disnaker Simalungun Surati Managemen PTPN IV Kebun Unit Teh

Selasa, 30 November 2021 | 21:34 WIB

Simalungun, MPOL: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Simalungun menyurati serta memanggil pihak Managemen PTPN IV  Kebun Unit Teh.

Pemanggilan pihak Managemen PTPN IV Unit Teh tersebut terkait adanya pemberitaan di salah satu media online tentang oknum mandor besar diduga manipulasi premi dan tenaga kerja serap di bagian pengolahan pabrik Tobasari.

Hal ini dibenarkan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun,  Riando Purba ketika dikonfirmasi Medan Pos, melalui handponenya Selasa (30/11/2021).

Diungkapnya, adapun surat tersebut telah dilayangkan kepada Managemen PTPN IV Kebun Teh untuk klarifikasi. “Kemarin sudah kami dikirim surat klarifikasi untuk pemanggilan pihak managemen Kebun Teh Tobasari berdasarkan berita di media online terkait hal itu bang, ujar mantan Camat Gunung Malela Simalungun.

Lebih lanjut dijelaskannya, Minggu depan akan kita panggil mereka (managemen) mau kita  diklarifikasi terhadap perusahaan itu, kok memang ada salah dengan kondisi dilapangan baru pembinaan sifatnya.

Terkait adanya dugaan  tenaga kerja serap di pabrik pengolahaan teh  tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan tersebut hal ini telah menyalahi dan ada  aturan mainnya dan sesuai aturan wajib pihak perusahaan  mendaftarkan BPJS Kerja dan Kesehatannya.

Sementara, sebelumnya pada  tanggal 27 Juli 2021, pihak Dinas Tenaga Kerja Pemkab Simalungun telah menyurati/pemanggilan terhadap  pihak managemen Kebun Unit Teh terkait klarifikasi hak-hak tenaga kerja, namun disebut-sebut orang nomor satunya tak hadir

 

Ipnformasi dari beberapa mantan karyawan, oknum mandor besar inisial AP selain memperkerjakan tenaga kerja serap yang preminya ditumpangkan kepada beberapa karyawan aktif namun disebut-sebut tak pernah masuk kerja itu, sang mandor juga diduga  bebas memasukkan tenaga kerja/ anemer dari kalangan familinya, tanpa terdaftar BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

“Aku heran ada seorang pekerja berinisial OS,  yang masih ada hubungan familinya sang mandor dan  ‘Ar serta ‘Mu’ diplot dibagian kantor, dan gajinya/upahnya dari mana dan siapa yang membayar gaji mereka  ungkap mantan karyawan itu yang enggan disebut jati dirinya.

Disebutkannya, mengapa oknum mandor besar AP tersebut yang disebut-sebut semena-mena itu belum ditindak oleh managemen perusahaan. ” Saya menduga jangan-jangan oknum pimpinan perusahaan ikut bermain mata dengan sang mandor, tandasnya.

Dia meminta agar secepatnya pihak managemen menyelesaikan masalah tenaga kerja serap itu, sehingga tidak menjadi preseden buruk bagi PTPN IV.

Sementara Manager PTPN IV Kebun Unit Teh Hwin Dwi Putra ketika dikonfirmasi Medan Pos Online via pesan Whast App (WA) nya terkait sudah sejauh mana pihak managemen menyikapi dugaan adanya oknum mandor besar manipulasi tenaga kerja ‘serap’ tersebut tidak berbalas.

Namun, Asisten Personalia Kebun (APK) Rafi Udin Abdillah mengatakan, agar menunjukkan siapa saja yang dikerjakan tenaga serap di pabrik pengolahan teh tersebut. Rafi  juga tidak membenarkan adanya tenaga kerja serap di perusahaannya apalagi tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan.

Kemudian, Rafi Udin mengatakan, buntut dari  adanya pemberitaan tersebut, saat ini pihak Dinas Tenaga Kerja Pemkab Simalungun telah menyurati managemen perusahaan kami terkait hal tersebut.*