Seribuan Karyawan PTPN IV Unjuk Rasa, Minta APH Tangkap Penggarap HGU & Penganiaya Karyawan 

Selasa, 20 September 2022 | 17:45 WIB

 

Simalungun, MPOL: Ribuan karyawan PTPN IV melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Simalungun Pematang Raya, Selasa (20/9/22) sekira pukul 11.30 WIB.

Mereka meminta aparat penegak hukum (APH) menindak tegas dan menangkap para penggarap di areal/lahan hak guna usaha (HGU) mereka.

Dalam aksi damainya, para pengunjuk rasa  yang tergabung dalam organisasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN), menuntut agar Pemkab Simalungun hadir dalam menindak para penggarap lahan HGU milik PTPN IV.

Muhammad Iskandar selaku kordinator aksi  yang juga Ketua SPBUN PTPN IV dalam orasinya menegaskan selama ini pihaknya telah lama berdiam diri dan membiarkan para penggarap semena-mena melakukan pengrusakan di areal HGU mereka.

Diungkapkannya, sebagai karyawan yang bernaung di PTPN IV berhak mempertahankan haknya dan lahan yang masih dalam status HGU serta menertibkan dan mengusir para penggarap yang ada di PTPN IV, terkhusus di lahan Kebun Bah Jambi.

“Kami meminta Bupati Simalungun berdiri di tengah dalam menegakkan kebenaran, agar penggarap pergi dari lahan HGU yang seharusnya dikelola sepenuhnya oleh pihak PTPN IV,”ungkap Iskandar.

Disebutkannya,  mereka selama ini benar-benar mengikuti aturan yang ada dan kami ini karyawan  BUMN, pasti mengikuti peraturan yang ada.

HGU itu dikeluarkan oleh instansi pemerintah, dan itu sudah dipercayakan kepada PTPN IV untuk dikelola, untuk dijaga dan hasil nya tentu untuk kepentingan negara,” ujar Iskandar.

Ketua SPBUN PTPN IV mengungkapkan, pihaknya tidak menuntut bupati atau aparat penegak hukum berpihak kepada mereka, tetapi berpihak kepada kebenaran dengan menjunjung tinggi produk pemerintah, karena HGU itu yang keluarkan oleh  pemerintah, ucapnya.

Setelah orasi, k Iskandar didampingi Deni Candra Sekretaris SPBUN PTPN IV kepada wartawan mengatakan, para penggarap telah berkuasa selama kurang lebih 2 tahun telah  menguasai lahan seluas 125 Hektar dan para penggarap telah melakukan aksi anarkis dengan melukai beberapa karyawan.

Untuk itu mereka dengan tegas meminta jangan ada lagi penggarap di atas HGU mereka, karena lahan/tanah tersebut mau dilakukan tanaman ulang atau replanting, jelasnya.

Akhirnya, para pengunnuk rasa diterima oleh Asisten I Pemkab Simalungun, Sarimuda DP Purba. Dalam pertemuan itu, mereka/pengunjuk rasa  tidak mau melakukan negosasi lagi terhadap para penggarap lahan yang telah merugikan pihak managemen PTPN IV.

Usai melakukan pertemuan antara kedua belah pihak, para pengunjuk rasa membubarkan diri sekitar pukul, 14.00 WIB dengan tertib.**