Ratusan Pangulu di Kabupaten Simalungun Mengeluh

Rabu, 11 Mei 2022 | 12:27 WIB

Simalungun,MPOL: Ratusan Pangulu (kepala desa)di kabupaten Simalungun mengeluh dan tidak tau kemana mengadukan nasib mereka.

Beberapa pangulu  kepada Medan Pos Rabu (11/5) di Pematangsiantar mengstakan,   sejak bergantinya kepala dinas BPMN dan kepala bidang penggunaan dana desa di interpensi .

Pangulu mengatakan setiap Nagori (desa) wajib mentransfer biaya pembelian bibit yang di supplay melalui Dinas BPMN yang nilainya Rp 10 sampai dengan 60 juta, padahal menurut beberapa pangulu pada saat Musrembang desa tidak ada pengadaan bibit karena tidak sesuai dengan kondisi alamnya.

Walau tidak sesuai dengan hasil musawarah desa pihak BPMN melalui kepala bidang mengharuskan membeli bibit yang sudah ditentukan,selain itu juga belanja penanganan Covid 19 harus ditransfer 8 persen dari pagu dana desa ke Dinas BPMN atau ke pihak kepala bidang.

Lebih lanjut pangulu menyebut   jika tidak menuruti apa yang diminta Dinas BPMN semua urusan tentang pencairan dana desa akan dipersulit bahkan ada yang disuru pulang.

Pangulu juga menyebutkan baru tahun anggaran 2022 ini  ada intervensi dari dinas soal penggunaan dana desa, bahkan dikatakan selama ini tidak ada tindakan kejahatan oleh oknum-oknum di Dinas BPMN.

Pangulu se Kabupaten simalungun jumlahnya lebih kurang 386 mengharapkan Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga menindak bawahannya yang sudah melanggar visi misi yang menyebutkan di lingkungan Pemkab Simalungun tidak ada lagi pungli . Pangulu juga mengharapkan aparat hukum menindak lanjuti tindakan oknum-oknum di Dinas BPMN.

Kepala Dinas BPMN Simalungun yang dikonfirmasi via selulernya ,Rabu  (11/5) menyebut,  “minta maaf saya sedang rapat”. **