Gawat & Mengerikan,  Akses Jalan Di PTPN IV Kebun Tonduhan Kondisinya Penuh Lumpur, Pasir dan Bebatuan  

Jumat, 11 Juni 2021 | 15:58 WIB

 

Simalungun, MPOL: Jalan produksi penghubung Nagori di sekitar HGU PTPN IV Kebun Unit Usaha Tonduhan mengerikan.

Pasalnya, kondisi jalan yang baru dikerjakan/perbaiki beberapa bulan yang sudah rusak. Kodisinya semakin hancur dan rusak parah sehingga nyaris tak dapat dilalui pengendara yang melintas di daerah itu.

Yang koyolnya, jalan di sekitar afdeling II PTPN IV Kebun Unit Tonduhan Nagori Hatonduhan Kec.Hatonduhan Kab.Simalungun tersebut diperbaiki bukan malah bagus, melainkan semakin amburadul.

Amburadulnya akses jalan di kebun Tonduhan tersebut kurangnya penataan dan terkesan asal-asalan. Akibatnya, kondisi jalan di daerah tidak merata dan menggerutu dengan kondisi material batu koral  berserakan, dan penuh dengan lumpur serta pasir sewaktu musim penghujan.

Menurut beberapa warga yang dimintai tanggapannya terkait kondisi jalan di Kebun Tonduhan mengungkapkan kekesalannya dan merasa kecewa dengan pihak PTPN IV karena jalan yang selama ini diimpikan mereka ada perubahan, malah semakin parah kondisinya.

Bayangkan saja, akibat kondisi jalan rusak dan licin penuh lumpur dan bebatuan tersebut rawan kecelakaan dan sudah banyak memakan korban luka berat  hingga patah tulang.

Disebutkannya, apalagi kalau musim penghujan jalan becek dan berlumpur serta licin.” Kalau sudah musim hujan kami enggan melintasi jalan utama di sekitar afdeling II Kebun Tonduhan ini, bisa-bisa kami jadi korban lagi, ujar mereka yang tak mau disebut namanya  mengaku warga kampung proyek.

Diungkapkannya, kalau pun mereka melintas jalan tersebut terpaksa ekstra hati-hati melalui jalan kompas/tikus di atas areal kebun sawit Tonduhan.

Pantauan Medan Pos Online, Kamis (10/06/2021) terlihat kondisi jalan sangat memprihatinkan dipenuhi bebatuan koral yang besar posisi beserakan serta pasir dan berlumpur.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah ini, warga yang melintas dengan roda dua/sepeda motor beresiko tinggi dan sudah dipastikan lama kelamaan selain kenderaan rusak, pengendaranya lambat laun mengalami ganguan kesehatan.

Manager PTPN IV  Kebun Unit Usaha Tonduhan Jhon FE Bangun yang dikonfirmasi, Jumat (11/06/2021) melalui pesan Whats App nya tidak berbalas.*