Forum Komunikasi Masyarakat Lintas  Sidamanik Tolak Kebun Teh Bah Butong  Di konversi Ke Sawit

Selasa, 14 Juni 2022 | 20:08 WIB

Simalungun, MPOL: Masyarakat Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun menolak  Kebun Teh  PTPN IV  Bah Butong dikonversi ke tanaman sawit.

Penolakan keras tersebut disampaikan  beberapa tokoh masyarakat bersama dengan puluhan warga Nagori Bahal Gaja, Nagori Tiga Bolon, Nagori Manik Rambung, Nagori Sari Matondang Kecamatan Sidamanik kabupaten Simalungun Provinsi Sumut, Selasa  (14/06/2022).

Aksi penolakan mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Lintas Sidamanik dengan memasang spanduk di areal lahan Hak Guna Usaha (HGU)  yang akan di tanami pohon kelapa sawit.

Menurut seorang tokoh masyarakat Nagori  Sari Matondang kecamatan Sidamanik T. Simbolon kepada awak media mengatakan, kedatangan mereka kelokasi ini masih tahap awal dengan menyampaikan  suara  sebagai warga negara Indonesia, agar para pemangku jabatan di PTPN IV tidak seenaknya saja menanam sawit di wilayah ini.

Karena wilayah ini mempunyai ketinggian tanah yang tidak cocok ditanam sawit yang efeknya  akan menimbulkan kerusakan lingkungan  seperti kerusakan infrastruktur ,seperti saat musim penghujan akan menjadi masalah bagi warga sekitarnya.

Kemudian mereka berteriak kepada para pemangku jabatan PTPN IV menuding tidak memikirkan masyarakat, lantaran mereka tinggal diluar Kecamatan Sidamanik jadi mereka tidak merasakan yang akan kami alami nantinya.

Ditegaskan T.Simbolon, jika manajemen PTPN IV tetap mamaksakan menanam sawit,  kami warga akan “melawan” lebih banyak lagi.

Tampak dilokasi, Askep kebun bah butong Hendry Ketaren  dengan terburu buru yang sempat diwawancarai awak media mengatakan, tahap awal penanaman sawit seluas 257 hektar, termasuk lahan yang selama ini di berahkan (dihutankan), jadi itu saja ya yang bisa saya sampaikan karena saya lagi terburu buru di panggil atasan, ucap Hendry Kataren.

Usai melakukan aksinya di sekitar afdeling I Bah Butong, lalu  masyarakat bersama warga bertolak menuju Kantor Camat Sidamanik melakukan aksinya  dengan membentangkan poster poster penolakan, namun sayang sang  Camat tidak berada di kantornya. **