Segera Dilaksanakan, Pesta Adat di Taput Mengacu Pada Protokoler Kesehatan

Kamis, 25 Juni 2020 | 17:26 WIB
Taput, MPOL : Pelaksanaan  pesta adat, baik pernikahan, sarimatua dan saurmatua segera kembali dibuka untuk umum dan mengacu pada SOP protokoler kesehatan yang telah ditentukan.
Dalam hal ini Pemkab Taput bersama Forkopimda dan pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu (LADN) telah menuyusun ketentuan-ketentuan yang telah disepakati secara bersama.
“Segera kita buka kembali pesta adat setelah hampir empat bulan lamanya berhenti. Saat ini masih disusun bentuk pelaksanaanya untuk diterapkan sesuai protokoler kesehatan,” ujar Bupati Nikson Nababan saat memimpin rapat bersama Forkopimda dan LADN membahas tata cara pelaksanaan pesta adat di Taput, Kamis (25/6).
Ada beberapa point’ yang sudah disepakati yang menjadi acuan untuk pelaksanaan pesta adat tersebut. Ketentuan yang telah disepakati itu, pihak yang menggelar pesta (hasuhuton) harus menyediakan tempat cuci tangan, pengukur suhu thermogun.
Dan undangan yang dari luar Tapanuli Utara (Taput) harus menunjukkan surat sehat melalui  Rapid Test. Meja untuk petugas gugus tugas dan kepolisian harus ada. Seluruh undangan menggunakan masker, pemberian tuppak langsung ke tempat yang disediakan, pemberian panandaion hanya untuk Suhi ni Ampang Na Opat.
Kemudian pemberkatan nikah di Gereja  antara jam 9.00 hingga 10.30 Wib.  Pelaksanaan pesta paling lama selesai jam 3 sore. “Bagi undangan yang datang bisa mengambil nasi kotak dan memasukkan Tuppak ke tempat yang disediakan dan langsung pulang,” tegas Nikson.
Begitu juga tata cara pelaksanaan pesta adat sarimatua dan saurmatua. Pelaksanannya harus tatap mengacu dengan ketentuan protokol kesehatan. “Pihak keluarga yang berduka segera melaporkan kepada gugus tugas atau kepala desa. Surat keterangan Rapid Test dari keluarga dari luar Taput paling lama 2 hari sudah harus dilaporkan,” tegasnya.
Kata Nikson, pelaksanan pesta adat ini secepatnya akan terlaksana, tinggal menunggu Pilot Project pesta adat pernikahan, sarimatua dan saurmatua untuk menjadi Role Model untuk pesta adat yang ada di Taput.
Dengan dibukanya pesta adat ini, mata pencaharian petenun, dan penyedia lainnya bagi sebuah pesta akan kembali memiliki penghasilan lagi dalam menuju tatanan hidup baru. **