Sapma PP Taput Gelar Diskusi Bertajuk ‘Tapanuli Utara di Masa Pandemi’

Jumat, 22 Mei 2020 | 20:31 WIB
Medan, MPOL.Com : Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Tapanuli Utara (Sapma PP Taput)  pada tanggal 20 Mei 2020 mengadakan diskusi daring dengan tema “Tapanuli Utara di Masa Pandemi”.
Diskusi ini membahas lebih dalam mengenai kesiapan dan respon Pemerintah Kabupaten Taput dalam menangani pandemi Covid-19.
Terry Siregar selaku Ketua SAPMA PP TAPUT dan sebagai moderator diskusi, menyampaikan bahwa diskusi ini didasari keresahan masyarakat terutama pemuda melihat kurang optimalnya kinerja Pemkab Taput dalam menghadapi COVID-19.
Diskusi daring ini mengundang empat pembicara, yaitu DR (HC) Willem TP Simarmata (DPD RI), Ir. Lamhot Sinaga (DPR RI), DR. Jonius Taripar Hutabarat M.SI (DPRD Sumut), Drs. Indra Sahat Simaremare M.SI (Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Taput).
Namun saat diskusi, yang dapat hadir hanya Lamhot Sinaga dan JTP Hutabarat. Pihak penyelenggara menyayangkan ketidakhadiran Indra Simaremare. Sebab dalam diskusi ini perlu informasi perkembangan dan penanganan Covid-19 yang valid.
Dalam diskusi, JTP Hutabarat menyampaikan bahwa masyarakat Taput harus tenang dalam menghadapi Covid-19, agar tidak terjadinya kekacauan.
JTP Hutabarat juga menyampaikan ada 4 hal yang perlu diperhatikan oleh PemkabTaput, yaitu bagaimana pemerintah meningkatkan fasilitas di rumah sakit, pemutusan jaringan penyebaran Covid-19, mengatasi dampak sosial ekonomi, dan stimulan perbaikan ekonomi pasca Covid-19.
“Hal ini merupakan kebijakan yang harus diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Taput,” kata JTP. Hutabarat.
Pada kesempatan ini juga Lamhot Sinaga menyampaikan  bahwa Covid-19 sangat berbahaya, sehingga dibutuhkannya kordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah khususnya Taput.
Secara tegas Lamhot menyampaikan bahwa saat ini kita harus sejenak meninggalkan kontestasi politik, dan fokus terhadap penangnan Covid-19, sehingga tidak ada warna partai maupun perbedaan suku dan lainnya dalam menangani Covid-19.
Salah satu dari peserta diskusi, Michael Situmeang, menanyakan kepada pembicara mengenai anggaran penanganan Covid-19 di Taput, juga terkait statement Bupati Taput Nikso Nababan bahwa jika satu saja warga Taput positif Covid-19, Bupati Nikson bakal me-lockdown Taput.
Pertanyaan ini dijawab oleh Lamhot bahwa penerapan lockdown tidak ada yang ada hanya PSBB.
JTP Hutabarat juga menyampaikan hal yang sama dengan Lamhot bahwa penerapan lockdown tidak ada, hal ini harus menjadi evaluasi bagi Bupati Taput agar tidak membuat pernyataan yang membingungkan masyarakyat.
Diskusi berjalan lancar. Di akhir diskusi, Terry menyampaikan bahwa seluruh lapisan masyarakat agar dapat bersatu dan bahu-membahu dalam menghadapi Covid-19 dan juga mengajak anak muda Taputa agar mengawasi anggaran dan kebijakan Pemkab Taput dalam mengatasi Covid-19.