Sosialisasi Pencegahan, Kapolres AKBP Josua Tegaskan Akan Sikat Habis Mafia Tanah di Samosir

Kamis, 18 November 2021 | 17:51 WIB

Samosir, MPOL : Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (Kakan BPN) Kabupaten Samosir, Khoirun Nisak membuka rapat sosialisasi pencegahan kasus pertanahan di Hotel JTS Parbaba, Kec. Pangururan, Samosir, Kamis (18/11/2021).

Sosialisasi ini dihadiri oleh narasumber Prof. Dr. Rosnidar Sembiring, Kapolres Samosir, AKBP Josua Tampubolon, Danramil Pangururan, Kapten Inf. Donal Panjaitan, Kepala Tindak Pidana Khusus Kejari Samosir, Muhammad Akbar Sirait, Camat serta PPATK se- Samosir.

Khoirun Nisak mengatakan bahwa penting masalah pertanahan di Samosir dibahas dalam sosialisasi ini. Ia mengingatkan manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah.

“Program-program di sini sangat banyak tanpa dukungan bapak-bapak semua dan masyarakat tentang retribusi tanah,” sebut Khoirun Nisak.

Ditahun ini, katanya, pihaknya juga membahas tentang aset Pemkab Samosir. Pihaknya bekerja sama dengan pihak-pihak terkait tentang tanah ponggol yang dihadiri oleh mereka yang akan membidangi masalah itu.

“Di Kabupaten Samosir tipologi permasalahan tanah tentang penguasaan tanah, tanah warisan, tentang bukti alas hak atas tanah yang berbeda dan yang paling utama adalah sengketa tanah warisan yang belum dibagi-bagi,” sebutnya.

“Target yang dibebankan kepada kami sangatlah besar. Namun BPN mempunyai motto dalam melayani profesional dan terpercaya,” tambahnya.

Ia mengungkapkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencanangkan gerakan tertib administrasi dan pasang tuntasnya tanda batas (Gratis Tuntas) dalam hal pengurusan-pengurusan dokumen.

Sementara, Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon menegaskan sesuai dengan atensi pimpinan Polri masalah tanah adalah kasus yang tidak semerta-merta langsung menerima laporan polisi. Jika banyak dan adanya masyarakat yang ingin melapor tentang permasalahan tanah bisa langsung diterbitkan LP. Namun, harus diteliti dangan baik aspek-aspek pendukungnya dan mengambil langkah-langkah preventif dan bijaksana.

“Saya sampaikan kepada personil untuk mengambil filososi Dalian Na Tolu. Utamakan mediasi yang melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. Kepolisian juga benar-benar cek alas haknya dan lakukan langkah-langkah persuasif dan humanis.

Kepada kades dan lurah, sambungnya, untuk menyampaikan kepada masyarakatnya tentang tertib administrasi masalah kepemilikan tanah, hal-hal konflik ini juga dimana bisa disebabkan tercipta harga tanah melonjak tinggi.

“Kami ingatkan dengan tegas dan jelas jangan ada persekongkolan mafia tanah antara instansi dan pejabat pejabat yang berkepentingan dalam hal tanah. Jangan coba bermain-main, akan kami proses. Saya ingatkan kembali akan kami proses jika ada mafia tanah di Kabupaten Samosir ini,” tegasnya.

Kapolres juga berinisiasi jika bisa Kakan BPN membuat grup WhatsApp seperti forum diskusi untuk membahas mengenai masalah tanah yang ada di Kabupaten Samosir agar cepat dan tuntas dalam mengambil langkah-langkah terbaik.

Narasumber Prof. Dr Rosnidar Sembiring dalam paparannya mengatakan sedang mengodok dan menyusun tentang hak-hak hukum adat tentang kaitan masalah tanah termasuk dirinya yang ikut didalamnya.

“Apa yang tadi disampaikan oleh Kapolres Samosir tentang mengingatkan kades atau lurah membuat perdes itu sangatlah baik dan saya menyetujui itu dan ini inovasi yang sangat baik, sebut Rosnidar Sembiring yang juga Guru Besar Hukum USU.

Ia berjanji apa yang disampaikan Kapolres akan disampaikan kepada rekan-rekannya, dimana nantinya sering dijadikan narasumber masalah pertanahan. Jika nantinya akan dilakukan seminar dan rapat-rapat di tempat lainnya akan ia sampaikan ide cemerlang yang digagas Kapolres.

“Semua gugatan dan putusan bisa dibatalkan jika majelis hukum tidak sebelumnya melakukan mediasi. Ingat, ini untuk bapak dan ibu yang mempunyai gelar sarjana hukum,” jelasnya.

“Disini juga saya sampaikan agar masyarakat membuat dan mengurus surat surat administrasi kepemilikan tanah agar bisa mencegah konflik masalah pertanahan,” pungkasnya. *