Sekdakab Samosir Serahkan Bantuan kepada Kelompok Tani P2L

Kamis, 10 Juni 2021 | 21:18 WIB

Samosir, MPOL : Bupati Samosir melalui Sekdakab Samosir, Jabiat Sagala memberikan bantuan kepada 7 kelompok tani kegiatan pekarangan lestari (P2L) di Aula Kantor Bupati Samosir, Kamis (10/6/2021). Masing-masing kelompok menerima bantuan sebesar Rp. 55 juta.

Ketujuh kelompok tersebut diantaranya, Kelompok Tani Borta Desa Rianiate Pangururan, Suka Maju Desa Cinta Dame, Simanindo, Sabar Tani Desa Sigaol Simbolon, Kecamatan Palipi, Dame Tani Desa Nainggolan, Kecamatan Nainggolan, Mardonga Desa Cinta Maju, Kecamatan Sitio Tio, Mekar Tani Sitamiang, Kecamatan Onan Runggu dan Kelompok Saroha Desa Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta dengan sumber dana P2L non fisik dari DAU kementerian pertanian.

Dalam acara tersebut, para kelompok pemanfaat dibekali dan dibina mengenai mekanisme pencairan dan pertanggungjawaban bantuan serta sanksi dari pelanggaran pemanfaatan bantuan dengan narasumber dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Polres Samosir melalui Kanit Tipikor Polres Samosir dan Kejati Samosir.

Kadis Ketapang Rawati Simbolon,  menjelaskan, bantuan tersebut digunakan untuk sarana pembibitan, lengembangan demplot, pertanaman dan penanganan pasca panen. Dengan program ini diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dari hasil pekarangan serta membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Sekdakab Samosir, Jabiat Sagala mengatakan, program P2L guna mewujudkan keaneka ragaman konsumsi mendukung kebutuhan gizi untuk mewujudkan hidup sehat. Sehingga masyarajat tetap aktif dan produktif dalam kegiatan sehari-hari terutama di tengah pandemi Covid-19. P2L diharapkan dapat membudidayakan aneka jenis sayuran guna pemenuhan asupan gizi keluarga dan menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Jabiat Sagala mengharapkan kelompok tani P2L dapat membuka dan memanfaatkan lahan tidur sebagai areal tanam.

“Bantuan dimanfaatkan dengan benar dan tepat sasaran sehingga kelompok yang sekarang sudah mendapat bantuan dapat mandiri dan berkembang, selanjutnya kelompok lain berkesempatan untuk mendapat bantuan. Untuk itu, para pendamping di lapangan untuk melakukan pengawasan dan pembinaan sehingga program ini berjalan dengan baik,” imbuhnya. *