Proyek Pembangunan Binanga Silubung Diduga Gunakan Batu Sungai Untuk Bronjong

Kamis, 4 November 2021 | 20:14 WIB

Samosir, MPOL : Proyek Binanga Silubung, Kec. Palipi, Samosir, diduga gunakan material batu sungai untuk pembangunan bronjong. Terkait hal itu, beberapa warga yang tinggal di sekitaran Binanga Silubung mendatangi PLSFK Forkum Graceindo Samosir untuk mengutarakan apa yang mereka lihat tentang pembangunan.

Ketua PLSFK Forkum Graceindo Kabupaten Samosir, Manawar Rumapea kepada Medan Pos Online Kamis (4/11/2021) mengatakan bahwa penanggulangan rusak pantai dan sungai Binanga Silubung dengan sumber dana APBN TA 2021.

“Melihat sebelum proses pengerjaan sekitaran alur sungai dipadati batu padas yang menimbun dan setelah pekerjaan ini batu padas yang berada di alur sungai habis apalagi sekitar area pekerjaan bronjongan Binanga,” kata Manawar.

“Dan ini jumlah besar dalam kubikasinya dan kita bersedia mengganti biaya pembongkaran untuk menyaksikan kebenaran batu ini dipakai untuk bronjongan,” kesalnya.

Manawar Rumapea yang juga anggota TKPSDA WS Aceh Singkil mengaku sudah membuat surat kepada BWS SUMUT II tentang pembangunan Binanga Silubung karena teknisnya tidak sesuai dengan dokumen lelang seperti material dimungkinkan tidak memiliki uji lab seperti pasir dan batu coran apalagi lemahnya pengawasan lapangan oleh pihak BWS sumut II.

“Sampai sekarang mereka belum menjawab surat FLSFK Greceindo tersebut dan terkait batu padas yang sudah habis di sekitaran aliran sungai kita sudah konfimasi kepada PPK kegiatan ini dengan jawaban mereka akan mengumpulkan kwitansi belanja batu padas untuk bronjongan dan jawaban ini kita tanda tanya atas kwitansi tersebut,” ucapnya.

FLSFK Forkum Graceindo Samosir berjanji pada mereka selaku anggota TKPSD WS akan membuat surat laporan kepada Kemen PUPR cq Dirjen SDA dan Biro hukum kemen PUPR terkait empat titik pembangunan penanggulan rusak pantai dan sungai di Kabupaten Samosir dan juga terkait sampai menelan korban karena lalainya pengawasan pihak BWS Sumut.

Terpisah, PPK BWS Sumut II Yudha Siagian ketika dikonfirmasi, Kamis (4/11/2021) bahwa proyek Binanga Silubung tidak menggunakan batu dari sungai sehingga kalau belum diuji lab maka tidak bisa keluar job mix.

Pekerja yang meninggal beberapa waktu lalu sudah diberikan santunan dan udah dilapor ke dinas ketenagakerjaan dan juga ditangani oleh Polres Samosir.

“Kalau pekerja kita setiap pagi sudah bilang agar menggunakan APD, terkadang pada saat bekerja mereka sendiri yang melepasnya. Akan kita ingatkan terus agar selalu di pakai,” ujar Yudha Siagian. *