Dana APBN Rp. 176 Miliar, Pembangunan Jembatan Pengganti Tano Ponggol Mulai Dikerjakan

Selasa, 26 Januari 2021 | 16:37 WIB

Samosir, MPOL : Meskipun pembebasan lahan warga sampai saat ini belum tuntas, ground breaking pembangunan jembatan Tano Ponggol di Pangururan Kabupaten Samosir tetap dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika) bersumber dari APBN senilai Rp. 176 Miliar.

“Peletakan batu pertama atau ground breaking pun telah kita lakukan,” ujar Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Medan, Selamat Rasidi didampingi PPK Tambos Nainggolan, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dan Kapolres Samosir, AKBP Josua Tampubolon, Selasa (26/1/2021).

Dijelaskan, pembebasan lahan pembangunan jembatan Tano Ponggol masih ada masalah 24 % atau sekitar 35 persil tanah milik masyarakat yang belum tuntas dan diperkirakan Maret 2021 pembebasan lahan sudah selesai supaya pembangunan jembatan berjalan lancar.

“Terkait nilai atau harga tanah untuk ganti rugi sudah ditetapkan oleh pihak terkait dan nilai itu tidak dapat kita tambah atau diturunkan, sebab hal itu menyalahi aturan perundangan,” ujar Selamat Rasidi.

Ia berharap kerjasama masyarakat supaya proses pembebasan lahan yang tersisa segera tuntas demikian pembangunan jembatan Tano Ponggol dapat selesai 17 bulan.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Samosir Rapidin Simbolon.

“Ada 35 persil tanah masyarakat yang belum bebas, dimana dari keterangan warga kepada kami dikarenakan ganti rugi yang disampaikan tidak sesuai dengan harga tanah masyarakat,” jelas Rapidin.

Rapidin meminta Kementerian PUPR kembali melakukan penilaian harga tanah dan bangunan masyarakat, supaya uangnya dapat membeli tanah dan mendirikan bangunan di tempat yang lain.

“Janganlah terlalu banyak pengorbanan warga untuk mendukung program pembangunan jembatan Tano Ponggol,” katanya.

Acara ground breaking diawali dengan menampilkan tarian khas Batak dan menekan tombol pertanda dimulainya pembangunan jembatan Tano Ponggol. *