Razia Kasih Sayang Muspika Pancur Batu Amankan Puluhan Pelajar

Jumat, 28 Februari 2020 | 00:43 WIB

Pancur Batu – Untuk mengantisipasi kenakalan remaja dan pelajar yang bolos sekolah, Muspika Plus Pancur Batu merazia sejumlah Warnet, Cafe dan Warkop yang ada di sepanjang Jalan Jamin Ginting, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang (DS), Kamis (27/2) pagi.

Dalam razia yang dipimpin Camat Pancur Batu Sandra Dewi Situmorang, S.STP, M.Si ini, sebanyak 34 pelajar mulai dari tingkat SD dan SMA diamankan ke Kantor Camat Pancur Batu.

Data yang diterima dari lapangan, razia kasih sayang ini dilakukan, setelah pihak Muspika Pancur Batu mendapat laporan kalau banyak pelajar berkeliaran di sejumlah Warnet, Cafe dan Warkop, nongkrong di saat jam belajar masih berlangsung.

Menindak-lanjuti laporan tersebut, Muspika Plus Kecamatan Pancur Batu langsung turun ke lapangan merazia sejumlah Warnet, Cafe dan Warkop yang ada diseputaran Jalan Jamin Ginting, Pancur Batu. Dari hasil operasi itu, 34 orang pelajar dari berbagai sekolah berhasil diamankan.

Ikut dalam razia tersebut,  Kacabjari Pancur Batu M.Junaidi , SH,MH diwakili oleh Rezaldy Ilyas Hasibuan, SH, Koramil 14 / PB Pancur Batu, Polsek Pancur Batu, Plt. Kasi Trantib Pancur Batu, Ejah Sitanggang, S.STP dan staf serta sejumlah Kepala Desa.

Camat Pancur Batu Sandra Dewi Situmorang, S.STP, M.Si didampingi Sekcam Drs.Syahdin Setia Budi Pane ketika dikonfirmasi mengatakan, kegiatan razia kasih sayang tersebut dilakukan karena banyaknya pelajar yang bolos saat jam belajar berlangsung. “Adapun yang menjadi sasaran razia, Warnet, Cafe dan rumah makan yang ada di seputaran Jalan Jamin Ginting, Pancur Batu,” kata Camat.

Setelah diamankan ke Kantor Camat Pancur Batu jelasnya, para siswa yang terjaring razia diberikan pengarahan. Selanjutnya, membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya yang disaksikan orang tua dan Kepala Sekolah masing masing pelajar. Sandra Dewi Situmorang, mengaku, sangat kecewa melihat generasi penerus bangsa seperti ini. “Kita sangat kecewa, sebab sebagai generasi penerus bangsa bukannya belajar, tetapi berada di Warnet dan Cafe,” ungkap Sandra Dewi.  (TG)