Ratusan Warga Lakukan Pemancangan di Pinggir Jalan Batang Serangan

Kamis, 12 Maret 2020 | 22:43 WIB

Stabat – Beberapa hari lalu ratusan warga melakukan pemancangan di sekitar pinggir jalan besar Batang Serangan yang berbatasan dengan lahan HGU PTPN II kebun Batang Serangan, bertujuan untuk mendirikan kios – kios dengan ukuran 5X4 meter. Hal itu dilakukan warga dengan memancangkan bambu agar mudah untuk dibagi- bagikan. Hal itu dilaksanakan atas kerjasama masyarkat yang berkeinginan untuk memiliki kios di pinggir jalan tersebut.

Menurut pantauan Medan Pos, para warga juga kini sudah mendirikan beberapa posko untuk dijadikan tempat pertemuan dan musyawarah. Beberapa warga yang langsung ditemui di lokasi mengatakan, kegiatan itu dilakukan tanpa melalui sponsor dan dukungan dari siapapun dan ini murni kehendak masyarakat mengingat kondisi saat ini masyarakat sungguh sangat sulit untuk mendapat pekerjaan. “Sehingga kami bertekad untuk mendirikan kios – kios berupa warung kopi dan lainnya yang tujuanya akan dapat membantu perekonomian kami,” ujar warga.

Dikatakan, warga yang melakukan pemancangan ini terdiri dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang dan Batang Serangan. Kami sebagai warga sudah merasa capek dan letih untuk mencari kehidupan yang layak sehingga kami melakukan pemancangan ini sesuai dengan hati nurani masing – masing. Terus terang mereka katakan mereka berjuang tanpa dikomandoi serta tidak pakai kelompok – kelompok dan kami juga tidak pernah meminta restu kepada pihak terkait manapun baik Kepala Desa maupun Camat serta instansi lainnya. Kami tidak tau persis kepemilikan lahan ini, tetapi kami tetap bertekad untuk menghadapi seluruh rintangan dan hambatan sehingga kami rela berjuang untuk mendapatkan lahan tersebut dan kami memang tidak menantang tetapi apabila ada yang merasa keberatan kami bersedia untuk berdialog di lapangan,” ujar para warga.

Sementara itu tokoh masyarakat di 3 Kecamatan yang ditemui mengatakan merasa tidak tertarik untuk mengikuti perjuangan – perjuangan seperti itu karena terus terang kata mereka kita sebagai warga Negara yang baik tentunya menjunjung tinggi nilai – nilai Pancasila sekaligus perundang – undangan yang berlaku di republik ini. Kalau warga mau memiliki lahan tersebut wajar – wajar saja tapi hendaknya mari kita berjuang dengan cara – cara yang santun dan prosedural.

Kita tidak tahu persis keberadaan lahan tersebut apakah milik PU atau HGU PTPN II maka dari itu sebagai warga Negara yang baik seharusnya jangan melakukan pemancangan terlebih dahulu tetapi mari kita berjuang melalui prosedur yaitu menyampaikan hal tersebut sesuai dengan kehendak masyarakat ke DPRD Langkat, karena kita sebagai rakyat kan punya wakil di DPRD Langkat dan kalau perlu DPRD Sumut dan DPR RI sehingga nantinya DPR dapat duduk bersama dengan Pemkab Langkat maupun pihak PTPN II tentunya melalui pertemuan itu DPR dapat memberikan solusi yang jelas kepada masyarakat lalu tidak main semberono seperti ini, seakan – akan masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan wakil rakyat di DPR. Kata warga yang untuk sementara ini tidak ingin namanya ditulis.(Lb 10)