Poldasu Lakukan 73 Titik Penyekatan Larangan Mudik, Pesta pernikahan wajib Miliki ijin Satgas Covid

Selasa, 27 April 2021 | 19:40 WIB

Medan,MPOL: Pemerintah Propinsi Sumatera Utara akan memberlakukan larangan mudik dengan melakukan penyekatan di 73 titik batas kabupaten/kota dan batas propinsi termasuk pelabuhan,bandara dan stasiun kereta api.

Kapoldasu Irjen Pol.Drs.RZ.Panca Putra Simanjuntak, didampingi Wagubsu Musa Rajekshah, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan para Forkopimda Sumut, Selasa (27/4) di Mapoldasu mengatakan, penyekatan akan dilakukan mulai 22 April namun sifatnya masih sebatas pemantauan pergerakan sementara untuk tindakan lebih kongkrit dengan memberlakukan putar balik mulai dilaksanakan pada operasi Ketupat Toba 2021 tanggal 6-24 Mei 2021.

“Pemerintah Propinsi Sumut akan melakukan penyekatan di 73 titik di pintu keluar masuk perbatasan kabupaten/kota, 9 pos batas propinsi, 13 pelabuhan, 6 bandara dan 1 stasiun kereta api,” jelas Irjen Panca Putra Simanjuntak usai melaksanakan Rakor lintas sektoral persiapan pengamanan Idul Fitri di Mapoldasu, Selasa (27/4).

Disebutkan, Polda Sumut akan melaksanakan operasi Ketupat Toba 2021 dengan sasaran keselamatan lalulintas. Dalam hal ini, pemerintah Sumatera Utara akan melaksanakan langkah antisipatif dengan meminimalisir pergerakan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Sumut.

Penyekatan dilakukan, sambung Kapoldasu, selama 24 jam.”Jadi petugas gabungan dari TNI-Polri dan petugas Satgas Covid-19, bekerja selama 24 jam,” ujarnya.

Kapolda juga menegaskan, untuk pelaksanaan malam takbiran tidak dilakukan dan idul Fitridirumah saja demikian juga sholat Ied dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kita berharap agar masyarakat berpartisipasi memutus penyebaran Covid-19 dengan tidak melaksanakan konfoi takbiran, idul Fitri dirumah saja dan sholat Ied dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Menjawab wartawan soal pelaksanaan pesta yang mana sudah dijadwalkan jauh sebelumnya, jenderal bintang dua itu menegaskan harus mendapat ijin dari Satgas Covid-19. “Harus ada ijin dari Satgas Covid-19,” ungkapnya.

Terhadap lokasi wisata, sebutnya akan dilakukan pembatasan termasuk memperlihatkan hasil PCR satu hari masa berlakunya.

Selain penyekatan di 73 titik, ada daerah yang diberlakukan
aklogomerasi, yakni Medan Deli Serdang, Binjai dan Tanah Karo. “Daerah mudik lokal ada 4 daerah yang diperbolehkan yakni Medan Deli Serdang, Binjai dan Tanah Karo,” pungkasnya.

“Semua aturan yang dibuat menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat karena situasi Idul Fitri masih terjadi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, menambahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
mendukung kesiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H.

“Pemprovsu sepakat bahwa pada Lebaran Idul Fitri 2021 tidak ada arus mudik dalam mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.***