Pesta Adat di Taput Sudah Diperbolehkan, Ini Ketentuannya

Sabtu, 4 Juli 2020 | 23:48 WIB
Taput, MPOL : Menuju tatanan hidup baru, pelaksanaan pesta adat yang telah hilang akibat Pandemi Covid-19 sudah kembali diperbolehkan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sesuai dengan protokoler kesehatan.
Penetapan itu muncul setelah melalui diskusi bersama pengurus LADN, MUI, BKAG, Camat, Lurah, Kepala Desa se Tapanuli Utara (Taput), tokoh masyarakat, tokoh adat dan Stakeholders.
Diskusi itu dihadiri Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH, Kajari Taput  Tatang Darmi, Wakapolres Mukmin Rambe bersama Forkopimda dan OPD yang berlangsung di gedung Balai Data Kantor Bupati Tarutung, Kamis (2/7). “Forkopimda telah menetapkan penerapan protokol acara adat/pesta di era menuju tatanan hidup normal baru produktif dan sman Covid-19 di Taput,” ujar Sarlandy Hutabarat.
Kita telah memasuki tatanan kehidupan baru, untuk itu kita tidak boleh berhenti dan cemas,  namun harus terus berjuang untuk mengatasi covid-19 ini dengan mengikuti protokol kesehatan. “Mulai saat ini pesta adat sudah diperbolehkan namun harus tetap mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan,” tegas Sarlandy.
Dikatakan, pesta pranikah dan pernikahan harus membuat pemberitahuan kepada Gugus Tugas Kabupaten selambat-lambatnya 30 hari sebelum pesta dengan melampirkan daftar tamu dan undangan dari luar Taput yang akan menghadiri pesta.
Pihak Gereja wajib menyediakan APD seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan Hand Sanitizer. Dan jumlah yang boleh memasuki lokasi hanya 20 persen dari kapasitas lokasi serta mengatur jarak minimal 1 meter dan semua wajib pakai masker. Tamu yang datang dari luar Tapit wajib nunjukkan surat keterangan uji rapid test yang masih berlaku, apabila tidak ada maka aparat/Petugas wajib mengembalikan yang bersangkutan ke daerah asalnya.
Acara Pranikah dan Pemberkatan Pernikahan di Gereja harus selesai sebelum 10.30 dan tidak diperkenankan bersalaman. Apabila ketentuan protokol kesehatan tidak dipatuhi, maka tim keamanan Gugus Tugas berhak membubarkan acara tersebut.
Sarlandy juga menjelaskan tentang ketentuan tata cara penguburan mayat yang bukan pasien positif Covid-19 yang dibagi 2 yaitu ‘Sarimatua dan Saurmatua’. Pihak keluarga yang berduka wajib melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten, termasuk pelaksanaan pesta adat lainnya. Pelaksanaan seluruh kegiatan adat harus dilaksanakan seringkas mungkin. “Saya harapkan para Camat tetap melakukan sosialisasi kesepakatan bersama ini hingga ke desa, lakukan juga koordinasi termasuk dengan Gugus Tugas Kabupaten agar pelaksanaan tugas ini berjalan dengan baik,” katanya.
“Kita akan terus melakukan evaluasi secara bertahap agar kita bisa mengetahui perkembangan sesuai dengan pemberian ijin pelaksanaan pesta,” tambahnya.
Pada kesempatan itu Ketua MUI Taput  Samsul Sianturi menjelaskan terkait akad nikah bagi umat muslim, seperti harus menyediakan APD protokol kesehatan Pandemi Covid-19. Peserta prosesi akad nikah yang dilakukan di KUA atau di rumah maksimal 10 orang, tamu pernikahan yang hadir maksimal 20% dari kapasitas ruangan Masjid atau gedung pertemuan, bagi keluarga yang datang dari luar Taput wajib memberikan keterangan surat uji rapid test.
“Proses pernikahan tidak lebih dari 1 jam, makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus, dan pemberian kado ditentukan di tempat tersendiri tanpa bersalaman atau kontak fisik,” imbuhnya.
Ketua LADN Taput menjelaskan tata cara pelaksanaan acara adat di gedung atau di luar gedung halaman rumah pemilik gedung wajib menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh atau thermogun dan petugasnya. Begitu juga menyediakan Hand Sinitizer dan tempat kado pemberian yang sudah ditentukan, seperti itu juga mengadakan acara adat di dalam rumah.
Di acara pesta agar diatur jarak minimal 1 meter dengan tanda batas jarak yang sudah ditentukan baik menggunakan kursi maupun dengan menggunakan tikar. Penyemprotan disinfektan wajib dilakukan di dalam dan di luar ruangan sebelum dan sesudah pelaksanaan pesta.
Acara adat pesta pernikahan maksimum 30% dari kapasitas tempat, begitu juga dengan makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus dan pemberian kado berbentuk lainnya atau tumpah sudah ditentukan wadahnya dan tanpa bersalaman atau kota fisik.
Polres Taput siap membantu dalam hal pengamanan seluruh kegiatan acara pranikah dan pemberkatan pernikahan. Acara akad nikah bagi umat muslim, acara adat di gedung atau di luar gedung halaman rumah dan acara adat lainnya maupun itu sarimatua dan saurmatua yang meninggal yang bukan karena Covid-19.
“Saya tegaskan, juga agar Forkopimca di setiap kecamatan melakukan koordinasi dan kerja sama yang baik agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan masa pandemi COVID-19.” ujar Wakapolres. **