Penyekatan Arus Mudik Harus Dilakukan Secara Humanis, Poldasu Turunkan 10.000 Personil Ops Ketupat Toba 2021

Rabu, 5 Mei 2021 | 11:36 WIB

Medan,MPOL: Polda Sumut dan jajaran mulai hari ini (Kamis 6/5) akan melakukan putar balik bagi pemudik yang melanggar menyusul dimulainya Ops Ketupat Toba 2021. Poldasu mendirikan 73 pos pam putar balik dengan 9 pos pam diperbatasan propinsi. Untuk pengamanan Idul Fitri 1442 H, Poldasu menurunkan 10.000 personil terdiri Polri, TNI, Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada seluruh personel di lapangan untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat secara humanis, terutama dalam masa mudik dan perayaan lebaran Idul Fitri 1442 H.

Kapolri menyebutkan, angka penyebaran Covid-19 masih relatif naik karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1442 H.

Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Kapoldasu Irjen Pol.Drs.RZ.Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin saat memberikan keterangan kepada wartawan.(jos Tambunan).

“Polri menjalankan Operasi Ketupat Toba 2021. Penekanan itu dilakukan melalui penyekatan, dilaksanakan secara humanis. Penegakan hukum terakhir dan tujuan yang akan dicapai adalah aman dan kondusif,” ujar Gubsu, Edy Rahmayadi membacakan Amanat Kapolri saat menjadi Inspektur Upacara Apel Gelar Pasukan Operasi (Ops) Ketupat Toba 2021 di Lanud Soewondo Medan, Rabu (5/5/21) pagi.

Dikatakan, untuk Ops Ketupat 2021 disuruh Indonesia, sebanyak 155 ribu personel gabungan TNI-Polri, hingga Dinkes dan Dishub dilibatkan.

Apel gelar pasukan itu dilaksanakan untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes), dan mengecek kesiapan dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1442 H, serta sarana dan personel seluruhnya.

Disebutkan, trend kasus covid saat ini naik 2,03 persen karena aktivitas masyarakat. Pemerintah melarang masyarakat agar tidak mudik karena Covid-19. Keputusan itu diambil melalui berbagai timbangan, yakni peningkatan kasus Covid-19 dan berdasarkan pengamanan dari tahun lalu.

Menurut Kapolri, penyebaran Covid-19 harus diwaspadai. Berkaca dari luar negeri, seperti India angkat penyebaran Covid-19 masih tinggi, disebabkan kelengahan masyarakat dalam menerapkan prokes.

“Untuk mengatasi wabah covid dari luar negeri, Polri bersama satgas melakukan pengawasan. Tugas lapangan untuk mengawasi perjalanan internasional. Melakukan karantina di tempat yang ditentukan,” tukasnya.

Peningkatan aktivitas masyarakat akan meningkat di masa lebaran, tempat wisata, ibadah, berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Khususnya pusat keramaian, perlu diawasi ketat di daerah tunjuan mudik dan sentra keramaian. Batasi sampai 50 persen, lakukan patroli secara periodik. Lakukan imbauan prokes.

“Sulit melarang masyarakat untik tidak mudik. Masih terdapat 7 persen masyarakat di Indonesia mudik. Karena itu, harus sungguh dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat,” pungkas Gubsu.***