Fadli Kaukibi SH CN

Penghancuran Rumah Warga Karya Helvetia Dinilai Tindakan Barbar

Sabtu, 27 November 2021 | 14:00 WIB

Medan, MPOL – Kekejaman PTPN-2 bersama Pemkab Deli Serdang dan sejumlah oknum TNI di areal garapan warga Helvetia sungguh menyayat hati. Tanpa putusan pengadilan atau apapun, lahan eks HGU PTPN 2, yang sudah lama dihuni dan dijadikan rumah warga, bahkan sebagian eks karyawan PTPN 2 digusur dan kini rata dengan tanah, Kamis (25/11).

Ketua Cabang Forum Masyarakat Pendukung Kesultanan Deli (FORMAS PKD), Fadli Kaukibi SH.CN menilai aksi tidak manusiawi itu diduga sebagai upaya mengalihkan hak maupun kepemilikan lahan eks HGU itu kepada pengembang keturunan Tionghoa, untuk membangun perumahan elit di kawasan itu.

Bukan tanggung-tanggung, sejumlah unsur yang ramai-ramai mendukung depeloper itu justeru melibatkan aparat pemerintah kabupaten Deli Serdang dan oknum TNI. Akibatnya, rakyat di kawasan itu kini kehilangan tempat tinggal, tempat bernaung bersama keluarganya.

“Miris memang, ganti rugi belum diterima, segerombolan oknum itu seenaknya saja menghancurkan rumah eks karyawan PTPN2 di Jalan Karya Helvetia Kecamatan Lebuhan Deli itu secara paksa, tanpa ada putusan/ permohonan pengadilan, atau paling tidak bias menujukkan alas hak seperti HGU,” ujar Fadli.

Fadli mengaku meneteskan air mata saat melihat beko menggaruk rumah warga yang sudah menghuni areal itu puluhan tahun, bahkan ada yang sudah mencapai 30-40 tahun.

Entah apa yang membuat Pemkab DS juga sekeji itu kepada warganya, bayangkan saja, dengan dalih HGU yang sangat diyakini cacat administrasi alias aspal, sudah bias bertindak arogan kepada warganya. Malah sangat disesali munculnya rekomendasi Pemkab DS untuk lahan-lahan itu dibangun konglomerat, yang disebut sebut PT CPTR.

Fadli mengingat birokrat negeri ini, khususnya Pemkab DS dan Gubsu, jangan sakiti rakyat yang kini berjuang untuk hidup, bukan mencari limpahan harta, tolong jangan dibenam habis sehingga kehilangan segalanya. Anggota TNI itu adalah asset bangsa, harusnya melindungi rakyat, bukan malah ikut mengintimidasi.

Begitupun, saya dan warga yang dirugikan, meminta Kapolda Sumut untuk mengusut tindakan barbar yang dilakukan oknum PTPN II serta kemungkinan adanya indikasi penyalahgunaan jabatan sehingga merugian karyawan dan Negara. (bp)