Pemko Tebing Tinggi Himbau Warga Pedomani Edaran Ibadah Ramadhan

Minggu, 11 April 2021 | 20:12 WIB
Tebing Tinggi, MPOL : Walikota Tebingtinggi melalui Jubir Pemko Dedi Parulian Siagian menyampaikan himbauan terkait panduan pelaksanaan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1442 H, Minggu (11/4/2021) bertempat di Rumah Dinas Walikota Tebingtinggi.
“Saat ini kita masih dalam situasi Pandemi Covid-19, untuk itu Pemko Tebingtinggi menghimbau masyarakat untuk mempedomani panduan beribadah selama Bulan Ramadhan 1442 H, agar sesuai dengan protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19,” ujar Dedi.
Himbauan ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No. 03 Tahun 2021 tentang panduan ibadah dibulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H.
Dedi menjelaskan, dalam panduan Menag dianjurkan bagi umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai Hukum Syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.
Pelaksanaan sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti dan dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.
Dijelaskan juga bagi pengurus masjid/mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain, Salat fardu lima waktu, Salat Tarawih dan Witir, Tadarus Al-Quran, dan Iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushola dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing.
Pelaksanaan Pengajian atau Cerama (Taushiyah/Kultum) Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/mushola dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
“Pengurus dan pengelola masjid/mushola sebagaimana poin 4 wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushola, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing,” jelas Dedi.
Terkait Vaksinasi Covid-19, dapat dilakukan di bulan Ramadhan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.
Para mubaligh/penceramah agama juga diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-sunnah.
“Panduan ini kami sampaikan agar dapat dilaksanakan oleh masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadhan tahun ini. Kami harapkan kerja sama dari seluruh pihak agar Protokol Kesehatan tetap menjadi prioritas utama bagi kita dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari,” tutup Dedi Siagian. **