Pembangunan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Tarutung Berbiaya Sekitar Rp 46 M Diduga Asal Jadi

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:22 WIB
Taput, MPOL : Pembangunan program ‘Mercusuar’ Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Tarutung berbiaya sekitar Rp 46 miliar (di papan proyek tertulis Unit Price) diduga asal jadi.
Dari papan proyek terpampang, mega proyek Mercusuar yang dikerjakan PT. Karya Dulur Saroha melalui Konsultan Supervisi PT. Globaltek Glory Konsultan  itu bersumber dari anggaran Kementrian PUPR RI Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Sumatera II.

Penggalian Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Tarutung yang diduga tidak sampai satu meter kedalamannya. (Darwin Manalu)
Pantauan medanposonline dari beberapa titik lokasi pembangunan ditemukan kejanggalan-kejanggalan yang bersifat berantakan. Salah satunya pada pembangunan Intake yang hingga saat ini masih terabaikan.
Lalu, pada pembuatan rangka besi pembangunan reservoar. Dimana tidak ada tindak lanjut pembangunan yang sudah berbulan-bulan dihentikan, sehingga membuat besi menjadi berkarat.
Lebih parahnya, pada pemasangan pipa HDPE yang diduga penggaliannya tidak memenuhi spesifikasi. Karena ditemukan dibeberapa titik galian pipa yang tidak sampai satu meter kedalamannya.
Terlihat dengan jelas juga sebelum pipa ditanam, dibiarkan dijemur sembarangan dibawah terik matahari berbulan bulan yang dikhawatirkan kualitas pipa akan menurun.
Ketika hal tersebut dikonfirmasi, Kamis (22/7) ke Dirut PDAM Mual Natio Lamtagon Manalu, hanya menyebutkan bahwa proses pembangunan tersebut bukan domain mereka. “Bukan kewenangan kami untuk menjelaskannya,” ungkapnya. **