Pemasangan Listrik di Kutambaru Langkat Terhambat Ganti Rugi PT. LNK

Selasa, 3 Maret 2020 | 22:17 WIB

Langkat – PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK) meminta ganti rugi terhadap 230 pohon kelapa sawit jika terdampak pemasangan jaringan listrik oleh Perusahaan Listrik Nasional (PLN) di Kecamatan Kutambaru tepatnya di Dusun Lauburon dan Dusun Pengambatan, Desa Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Hal tersebut di cetuskan Humas PT.LNK, Kurnia saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi A DPRD Langkat, Selasa (3/3/2020)

“Pada intinya saya menyampaikan pesan dari pimpinan saya, bahwa rapat ini belum ada titik temu karena pimpinan saya di PT.LNK masih tetap kukuh meminta ganti rugi pembayaran jika 230 pohon kelapa sawit yang nantinya terdampak penebangan untuk pembangunan jaringan listrik oleh PLN di dua Dusun tersebut.

Terkait pernyataan Humas PT.LNK tersebut Ketua beserta anggota Komisi A DPRD Langkat sangat kecewa terhadap pihak PT.LNK yang ingin meminta ganti rugi.

Sementara dari pihak PLN tetap bersedia memasang jaringan listrik ke dua Dusun tersebut tetapi pihaknya mengatakan kalau terkait pembayaran ganti rugi lahan dan tanaman, pihak PLN tidak ada menganggarkan dana untuk ganti rugi lahan dan tanaman.

Dalam RDP tersebut langsung dipimpin Ketua Komis A DPRD Langkat Dedek Pradesa antara lain, Pimanta Ginting, Sedarita Ginting, Zulhijar,Dedi, Zuariah Wista Gurusinga, Suwarmi, Muhammad Salam Sembiring Camat Kutambaru, Kepala Desa Kutambaru Tenang Sitepu dan puluhan masyarakat Dusun Lauburon Kecamatan Kutambaru, Humas PT LNK Kurnia dan perwakilan PT PLN.

Sementara anggota Komisi A DPRD Langkat, Pimanta Ginting menyatakan kekecewaannya atas putusan pimpinan PT LNK tersebut dan ia meminta Komisi A untuk mengagendakan kunjungan kerja bersama PTPN II dan PT LNK ke Dusun Lauburon. (LB.12)