Bapemperda Bertemu PB MABMI

PB MABMI Minta DPRD Batu Bara Pertegas Budaya Melayu dalam Ranperda Tentang Budaya Tempatan

Jumat, 20 November 2020 | 01:08 WIB

Medan, MPOL : Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE mendukung rencana DPRD Kabupaten Batu Bara untuk melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelestarian dan perlindungan budaya tempatan.

“Tentu PB MABMI sebagai organisasi adat budaya Melayu mendukung sepenuhnya rencana melahirkan Perda tentang budaya tersebut. Dan, jangan ragu-ragu untuk menyebutkan bahwa budaya tempatan di Batu Bara itu pada intinya adalah budaya Melayu, sebab Batu Bara itu merupakan tanah Melayu. Harus ditegaskan itu dalam Perdanya nanti, ya sejak Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dalam pembahasan sudah ditegaskan hal itu,” ungkap Syamsul Arifin, saat menerima kunjungan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Batu Bara di kantor PB MABMI Jalan Brigjen Katamso No. 41-I Medan, Rabu (19/11/2020).

Suasana pertemuan PB MABMI dan Bapemperda DPRD Batu Bara. (ist)

Rombongan Bapemperda DPRD Batu Bara tersebut datang dipimpin Ketua DPRD selaku Koordinator Bapemperda M Syafii SH disertai Ketua Bapemperda H Darius SH, MH, Ismar Khomri SS (Wakil Ketua DPRD) dan anggota DPRD lainnya Azwar Simanjuntak, Ali Hatta, Andriansyah, Edy Noor, Prayitno, Khairul Bariah, Tiurlan Napitupuluh serta Azizul. Sedangkan Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE menerima rombongan didampingi sejumlah pengurus PB MABMI Zaidan BS, Syahril Tambuse, Datuq Adil F Haberham dan Azrin Marydha.

Dalam pertemuan tersebut banyak diurai tentang referensi sejarah negeri dan kebudayaan Batu Bara, baik yang masih dirasa perlu dilakukan pendalaman dan penelitian lebih jauh maupun yang dipercaya sebagai kenyataan hingga saat ini. Dianjurkan pula, adanya penggalian budaya-budaya asli Batu Bara berupa budaya yang hidup dan berkembang di zaman dahulu namun belakangan ini sudah mulai hilang bahkan tak lagi dikenal sama sekali.

Dalam konteks melestarikan dan melindungi budaya tempatan itu sendiri, disepakati perlunya ada ketegasan atas budaya asli Batu Bara berupa budaya Melayu serta menampung untuk hidup dan berkembangnya budaya pendatang dari berbagai masyarakat pendatang yang telah menetap secara permanen di kabupaten tersebut.

“Kita ini masyarakat Melayu sangat adaptif, kita punya pepatah ‘tamu itu adalah raja’. Tapi janganlah pula karena dianggap ‘raja’ lalu tuan rumah malah jadi ‘menyembah’. Tidak begitu, tamu itu adalah raja artinya kita menghormati tamu tersebut dan melayani sebatas kapasitasnya sebagai tamu, tapi kita tetap tuan rumah dan berkuasa di rumah kita. Makanya, jangan terbalik, malah tuan rumah yang seakan menjadi tamu di rumahnya sendiri,” tutur Dato’ Seri.

Dalam pertemuan itu, Ketua Bapemperda H Darius memaparkan tentang rencana Ranperda yang saat ini sedang dipersiapkan menjelang diserahkan kepada Panitia Khusus (Pansus). Baik dari aspek filosofis, rencana muatan maupun masih diharapkannya masukan-masukan termasuk dari PB MABMI. Turut pula menyampaikan uraian anggota DPRD Batu Bara lainnya, Ali Hatta.

Dari PB MABMI sendiri, selain Ketua Umum turut pula menyampaikan buah pikiran dan masukan Zaidan BS, Datuq Adil dan Azrin Marydha. Atas masukan-masukan yang dianggap penting menjadi bahan Ranperda dimaksud, disepakati PB MABMI membentuk tim untuk merumuskan usulan atau masukan yang nantinya akan disampaikan kepada Bapemperda DPRD Batu Bara. (am)