Syamsul Arifin: PB MABMI Dukung Kapolda Sumut Berantas Tengkulak ‘Cekik’ Petani

Selasa, 4 Januari 2022 | 10:00 WIB

Medan, MPOL : Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Dato’ Seri H. Syamsul Arifin, SE menyatakan jajarannya mendukung sikap dan kebijakan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si, yang menegaskan akan menertibkan bahkan menangkap tengkulak.

Selain mendukung, jajaran PB MABMI juga siap memberikan informasi mengenai keberadaan dan sepak-terjang para tengkulak yang sangat merugikan para petani. “Masyarakat Indonesia, termasuk keluarga besar Melayu, banyak yang bermata pencaharian sebagai petani, nelayan dan sektor informal lainnya. Mereka banyak yang hidupnya juga dalam ‘cekikan’ tengkulak, karena keterpaksaan oleh kondisi yang diciptakan oleh tengkulak itu sendiri,” ungkap Ketua Umum PB MABMI yang juga Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) ke-15 dalam keterangannya di Medan, Senin (3/1/2022).

Salah satu kegiatan di bidang pertanian H. Syamsul Arifin, SE semasa menjadi pejabat pemerintahan yang juga menjabat Ketua Umum PB MABMI, pada panen padi di Secanggang, Kabupaten Langkat. (Foto: dok. Ist)

Sebelumnya, Kapolda Sumut mengatakan berusaha maksimal memberikan keamanan dalam pengembangan pertanian. “Jadi jangan ada yang main-main. Kita menangkap tengkulak yang memaksa petani menjual hasil pertaniannya dan sebagainya,” tegasnya saat menghadiri Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu Graha Segara Belawan, Jalan Gabion, Medan, Jumat (31/12/2021) pekan lalu,

Selain itu, Irjen Panca Putra Simanjuntak juga menegaskan pihaknya menjamin keamanan pertanian petani. Syamsul Arifin yang juga mantan Ketua KNPI Sumut ini, sangat mengapresiasi sikap ini. Sebab menurutnya, kehidupan para petani, selama ini banyak yang terjerat oleh trik-trik tengkulak baik dalam pemberian pinjaman modal, keharusan penjualan hasil panen hingga penentuan harga hasil pertanian.

Menurutnya, kehidupan para petani dan nelayan, termasuk petani kelapa sawit, banyak yang berada di bawah cengkeman para tengkulak. “Mereka para petani dan nelayan itu ‘tercekik’ oleh trik-trik yang dimainkan tengkulak. Tapi mereka terpaksa menjalani, karena tak berdaya oleh kondisi yang melingkupi kehidupannya,” tutur mantan Anggota DPRD Langkat tersebut.

“Sepertinya sudah sampai ke telinga Kapolda Sumut, tengkulak-tengkulak yang ‘mencekik’ pertanian rakyat itu. Karena itu kami jajaran MABMI mendukung sikap Pak Kapolda Sumut dan jajarannya dalam menindak setiap tindakan menyimpang para tengkulak, untuk menolong dan menyelamatkan kehidupan para petani sebagaimana harusnya,” ujar Syamsul.

Mantan Bupati Langkat itu juga menyebutkan, dalam saat melakukan perjalanan dan berdialog dengan warga di daerah-daerah khususnya di Sumatera Utara, kerap mendapat keluhan warga tentang ruwetnya kehidupan dengan mengandalkan pertanian. Baik pertanian kelapa sawit, jagung, pisang dan lainnya. Sama halnya dengan kehidupan nelayan, kerap dikeluhkan bahwa di samping hasil tangkapan semakin menurun juga hasil penjualan semakin kecil karena harga ditentukan tengkulak akibat pinjaman modal melaut yang terpaksa diambil.

Selain itu, keluhan yang kerap diterima juga mengenai maling-maling hasil pertanian seperti kelapa sawit, jagung, pisang dan lainnya itu. Untuk ini, Ketua Umum PB MABMI ini berharap kiranya Kapolda Sumut dan juga Pangdam I/BB mengaktifkan ronda kampung bersama warga. Hal ini akan sangat mendukung tugas mulia yang selama ini dijalankan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sehingga keamanan dan kenyamanan warga masyarakat akan semakin dirasakan.

“Kebersamaan itu tak hanya untuk menjamin Kamtibmas tetapi juga semakin mengeratkan silaturahim pilar keamanan dan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam hal meningkatkan kualitas serta hasil pertanian, PB MABMI meminta pada aparat terkait pertanian untuk berperan serta secara maksimal. Ia merujuk di masa lampau di mana pemerintah menerjunkan penyuluh pertanian pada petani-petani. Di masa sekarang penyuluh pertanian juga ada, namun yang diharapkan peran dan efektifitasnya perlu dimaksimalkan serta stabilitas harga harus dikendalikan instansi terkait. “Jika hasil pertanian berlimpah dan harga terjamin, maka tengkulak tersingkir,” ujarnya.

Selain itu Syamsul Arifin juga meminta aktifnya perbankan dan koperasi dalam memproteksi hasil pertanian, perkebunan dan hasil tangkapan nelayan rakyat. “Dulu, koperasi dibangun Bung Hatta untuk mendukung perekonomian dan penguatan ekonomi rakyat. Sekarang dan ke depan, peran koperasi pun tetap sama. Perbankan juga harus memberi akses permodalan hingga menggusur praktik mencekik dari tengkulak,” tegasnya.

Ia mengutip prakiraan global di mana ke depan kebutuhan akan pangan semakin meningkat. Menurutnya, bila sektor pertanian Tanah Air dibenahi maka ancaman krisis pangan dapat dilalui Indonesia.

“Artinya, jika semua komponen mulai produksi hingga pasca produksi dan infrastruktur penunjang terjamin, maka kebutuhan pangan rakyat Indonesia juga akan terjamin,” pungkasnya. (am)