Satreskrim Polrestabes Medan Kedepankan Restorative Justice Kasus Penganiayaan Mahasiswa

Sabtu, 14 Mei 2022 | 22:33 WIB

Medan, MPOL; Satreskrim Polrestabes Medan kedepankan Restorative Justice (RJ) kasus perkelahian di Jalan Medan Tembung Sidomulyo Pasar 9, Kec. Percut Sei Tuan.

Restorative Justice dilakukan setelah kedua belah pihak sepakat tidak melanjutkan permasalahannya ke proses hukum.

“Alhamdulillah hari ini kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa dalam keterangannya melalui aplikasi whatsapp, Sabtu (14/5/22).

Dijelaskan mantan Kapolsek Medan Baru ini bahwa kedua belah pihak sudah saling kenal dan sudah berteman lama.

“Sebenarnya mereka (kordan dan tetlapor) bertetangga dan sudah berteman lama sehingga tidak ingin melanjutkan permasalahan ini ke proses hukum atau kepengadilan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa menyaksikan korban dan terlapor bersalamanan sebagai tandai berdamai usai RJ.(Ist)

Oleh karena itu, kata Kasat Reskrim, pihaknya melakukan Restorative Justice untuk saling memaafkan dari kedua belah pihak.

“Kita lakukan Restorative Justice kareba kedua belah pihak sepakat berdamai dan mencabut laporannya. Jadi mulai hari ini kasusnya akan kita hentikan,” terang Kompol Teuku Fathir Mustafa.

Sebelumnya viral di media sosial Mahasiswa bersimbah darah berkelahi dan dianiaya pengendara sepeda motor, di Jalan Medan Tembung Sidomulyo Pasar 9, Kec. Percut Sei Tuan, Rabu (11/5/22) lalu.

Atas peristiwa itu korban Abdul Latif, (18) warga Dusun 9, Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan melaporkan ke Polrestabes Medan dengam bukti LP/B/1499/V/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Poldasu tertanggal 11 Mei 2022. (*)