Rumah Anak Yatim Dirusak BD Sabu, Puluhan Orang Datangi Kantor Camat

Senin, 29 Juni 2020 | 17:39 WIB
Percut, MPOL: Puluhan orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat (ormas-red), LSM dan lainnya mendatangi Kantor Camat Percut Sei Tuan, Jalan Besar Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Senin (29/6/20) pagi.
Kedatangan elemen masyarakat yang didominasi kaum muda tersebut diterima Camat Percut Sei Tuan Chairul Azman di ruang kerjanya. Turut hadir Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Otniel Siahaan dan Babinsa.
Usai pertemuan, Wakil Ketua Bidang Hukum Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Indra Nasution didampingi Ketua FKPPI Percut Sei Tuan Hanafi Tanjung kepada wartawan mengatakan kedatangan mereka ke kantor camat untuk menyampaikan beberapa hal terkait curhatan anak yatim piatu yang rumahnya dijadilan lapak narkoba oleh seorang bandar (BD) narkoba bernama Wayan Harahap.
“Kami minta camat dan pihak kepolisian agar turut membantu memperbaiki kerusakan rumah korban. Serta menjamin keselamatan Ari Hasibuan karena diancam Wayan Harahap CS,” ujarnya.
Indra menyampaikan rasa salut atas respon camat dan Kapolsek cukup baik, mereka sudah berjanji akan membantu memperbaiki kerusakan di rumah korban. Serta menjamin keselamatan korban.”Apabila para bandar narkoba masih berulah, maka kami (elemen pemuda) akan bertindak dengan cara kami sendiri,” tandasnya.
Sedangkan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Otniel Siahaan menegaskan bahwa pihaknya sedang memburu para pelaku. “Otak pelaku pengrusakan rumah serta pengancaman  sudah kita bekuk. Pelakunya berinisial WH yang juga tetangga tersangka,” ujar kapolsel.
Diungkapkan Kompol Otniel, penangkapan terhadap tersangka berawal saat pihaknya menerima informasi terkait adanya vidio yang viral di medsos. Dimana korban sudah membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan terkait pengrusakan rumahnya di Pasar 7 Tembung Gang Kuini, Kecamatan Percut Sei Tuan.
“Belum lama ini tersangka WH kita bekuk tak jauh dari rumah korban. Saat digeledah& dari saku celana tersangka disita sabu dan pil ekstasi,” terangnya.
Kapolsek menambahkan, dalam vidio tersebut korban juga mengungkapkan jika rumahnya dijadikan lapak para pengedar dan pengguna narkoba. Sehingga korban tidak berani pulang ke rumahnya.(*)