FKDT Tuntut Janji Bobby

MUI Medan Minta Perda Diniyah Segera Diterapkan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:55 WIB

Medan, MPOL | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mendukung penuh upaya FKDT dalam rangka meminta Pemko Medan segera menerapkan Perda Diniyah no. 5 thn 2014. Dimana peserta didik beragama Islam wajib, mengikuti dan memperoleh pendidikan serta ijazah dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Dukungan ini disampaikan Ketua Umum MUI Kota Medan Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag saat menerima audensi pengurus Farom Kominikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Medan diruang kerjanya, Senin (11/10). Pengurus FKDT yang hadir saat itu, Ketua Ibnu Affan Hrp, S.Pd.I, Sekretaris Bardansyah Nst, S.HI, S.Pd.I, Wakil Ketua Mhd. Yani, dan Wakil Sekretaris Sugeng AP, SE.

Menurut H. Hasan Matsum, penerapan Perda Diniyah no. 5 Tahun 2014 itu, seharusnya sudah lama diterapkan oleh Pemko Medan, karena dinilai sangat perlu dan sangat dibutuhkan. Terutama bagi generasi penerus Islam, dalam rangka membina akhlaqul qarimah dan bekal ilmu agama sejak dini, sehingga diharapkan bisa terhindar dari pergaulan bebas dan pengaruh buruk ditengah-tengah masyarakat.

Demikian pula terhadap guru-guru diniyah yang sampai sekarang jumlahnya ada sekitar 2879 orang. Gaji yang sangat kecil membuat kesejahteraan mereka juga jauh dari harapan.

Untuk itu, perhatian Pemko Medan sangat dibutuhkan, terutama agar Pemko Medan segera mengeluarkan dan menerapkan Perwal Diniyah no 5/2014 tersebut. Besar harapan MUI kiranya Pemko Medan lebih peka terhadap persoalan ummat ini.

MUI Medan, lanjut H. Hasan Matsum yang didampingi, Wakil Ketua Umum Baharuddin Damanik, MA, Sekretaris Komisi Pendidika H. Agus Salim, M.Pd dan Sekretaris Komisi Sosial, Drs. H. Zulparman Lubis, MA siap memfasilitasi sarana atau tempat pertemuan guna membahas percepatan penerapan perwal dimaksud. MUI Medan juga mengapresiasi dan mensuport penuh langkah FKDT Medan.

Ucapan termakasih atas dukungan yang diberikan MUI Medan, disampaikan Ketua FKDT Medan dan pengurus lain yang hadir. Sesuai arahan MUI, FKDT Medan akan melakukan upaya-upaya tetkait percepatan penerapan perda diniyah. Diantaranya audensi atau melakukan pertemuan dengan pihak-pihak tetkait yang berkompeten dijajaran Pemko Medan.

Perjuangan ini akan terus dilakukan, mengingat sudah ada sebanyak 47.845 santri yang ada di 507 MDTA di Kota Medan yang “menanti” perda dilaksanakan. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah ini akan terus bertambah setiap tahunnya.

Disisi lain, FKDT berharap agar Pemko Medan membuka diri untuk melaksanakan dialog tetkait perwal ini. Jangan selalu memberikan alasan klise untuk menunda-nundah apalagi membatalkan perda.

“Ini terkait membangun moral dan akhlak anak-anak Islam agar tethindar dari prilaku menyimpang. Jadi jangan dipolitisir kemana-mana”, ujar Ibnu Affan.

Dia juga mengingatkan Walikota Medan terkait kontrak politik yang disepakati denagn FKDT Medan beberapa waktu lalu, disaat masa kampanye. Dimana dalam kontrak politik tertanggal 29 Oktober 2020 itu, Calon Walikota Medan M. Boby Afif Nasution bersama pasangannya H. Aulia Rachman berjanji akan melaksanakan Perda No. 5 Tahun 2014 tentang wajib MDTA dan menerbitkan Peraturan Walikota sebagai aturan pelaksanaan. Termasuk juga meningkatkan kesejahteraan guru, bila terpilih menjadi Walikota Medan.

“Nah…sekarang kita menuntut janji itu”, kata Ibnu. (dir)