Polantas dan Dishub Dinilai Kurang Proaktif

Mahasiswa Hadang Truk Masuk Kawasan Unimed

Kamis, 21 Januari 2021 | 21:03 WIB

Medan, MPOL : Aksi Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) menutup jalan Willem Iskandar bagi truk melebihi tonase  terus saja dilakukan. Sementara, pada aksi Rabu kemarin (20/1), seorang supir truk semen nyaris baku hantam dengan salah seorang mahasiswa pendemo.

Dalam kesempatan orasinya, kordinator aksi Ucok Paluta meminta Bupati Deli Serdang segera mencopot Kepala Dinas Perhubungan J. Manurung karena tidak peduli dengan kondisi jalan tersebut.

Bahkan, kemarin, mahasiswa mulai meningkatkan aksi menuju Dishub DS dan berbagai pihak berwenang seperti Polantas segera mengambil langkah tegas untuk persoalan krusial ini.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ratusan truk container, interculer maupun truk truk raksana yang melebihi ketentuan tonase 8 ton untuk melintasi jalan menuju kampus Unimed, UINSU dan lainnya itu, terus saja beroperasi tanpa mengindahkan bahaya yang bakal terjadi.

Seperti pantauan wartawan, Kamis (21/1), truk berbadan besar dan tinggi memutus kabel listrik yang berada di persimpangan Unimed, Jalan Pasar V Timur, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Yang lebih parahnya, truk-truk besar sama sekali tidak mengenal waktu lintas sehingga kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Selain itu, akibat bobot yang begitu besar, truk truk raksasa it uterus saja menggilas jalan di kawasan itu sehingga retak-retak dan berlubang. Meskipun Pemkab DS berulangkali memperbaiki jalan, tetap saja rusak karena bebasnya truk truk itu melintas.

Sayangnya, aparat Polsek Percut Sei Tuan, khususnya Satlantas maupun Dishub DS, tidak bergeming dengan keadaan ini. Sehingga keadaan jalan di kawasan itu semraut.

Dengan memasang spanduk dan karton bertuliskan permohonan agar Dishub DS dan Satlantas melakukan pelarangan masuk bagi truk truk itu, mahasiswa terus saja bergerak hingga menaiki truk besar yang melintas dan berorasi diatasnya.

Tontonan mirip sirkus ini tampaknya tidak membuat jera truk truk milik ratusan perusahaan, mulai dari pabriik semen, pergudangan dan industry berat lainnya. Meskipun di tepi jalan besar Unimed itu terpampang jelas larangan melintas bagi truk melebihi 8 ton.

Mirisnya, sampai berita ini diturunkan, Pemkab Deli Serdang belum juga turun guna melakukan investigasi dan tindakan.

Mahasiswa lainnya, Ridwan Dalimunthe kepada wartawan menyatakan prihatin melihat kawasan pendidikan, kesehatan dan permukiman ini dijadikan kawasan industri oleh perusahaan – perusahaan tersebut.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Deli Serdang H. Rachmadsyah ketika dihubungi awak media, meminta Pemkab Deli Serdang turun ke lokasi. “Pemkab Deli Serdang harus turun ke lokasi, ” ujarnya. (bp)