Lezat ! Katupek Gulai Tunjang Khas Pariamam di Jalan Bromo Ujung

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:57 WIB

Medan, MPOL; Makanan khas Padang Pariaman, Sumatera Barat, Katupek Gulai Tunjang, hanya ada di Jalan Bromo/Jalan Ikhlas, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pada Jumat (15/10/21) sore, wartawan Medan Pos Online, berkesempatan singgah ke warung tersebut untuk mencicipi kelezatan kuliner Katupek Gulai Tunjang.

Ketika mencicipinya, makanan terlihat mirip lontong ketupat sayur, namun hidangan katupek ditambah adanya potongan daging kaki sapi yang membuat cita rasa semakin lezat.

“Makanan Katupek Gulai Tunjang ini, agak sulit ditemui di Medan, di Padang saja yang ada hanya di Pariaman, ini makanan khas Pariaman,” ujar Leli Amris Chaniago (51) pemilik warung sambil meracik makanan katupek yang dipesan pelanggan.

Ibu Rumah Tangga (IRT) yang biasa dipanggil Uni Ris ini mengatakan Katupek Gulai Tunjang ini terdiri atas potongan ketupat, yang disiram dengan kuah gulai, sayur nangka, dan yang spesial adanya potongan kaki sapi.

“Kaki sapi ini disebut tunjang, makanya dibilang Katupek Gulai Tunjang, karena ada olahan daging kaki sapi yang masih melekat di tulangnya, direbus lama hingga lembut, bentuknya mirip gulai kikil tapi gulai tunjang ini lebih besar, lebih kenyal kaki dan juga lembut,” jelasnya.

Uni Ris mengatakan sudah tiga tahun berjualan Katupek Gulai Tunjang, banyak peminat menu ini. Bukan hanya dari Medan, tamu yang datang ada dari luar kota.

“Ada yang dari Tanjung Morawa, dan Binjai. Mereka datang kemari, memang mau nikmati ini (sambil menunjuk gulai tunjang). Kalau orang Medan ada yang bilang ketupat kikil, tapi sebenarnya ini bukan kikil,” ujarnya.

Warung ini, kata Uni Ris buka setiap hari mulai dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

“Dulu saat PPKM, buka sore sampai jam delapan malam saja. Tapi sekarang bukanya seperti sebelum PPKM,” terangnya.

Sementara, salah orang warga yang menikmati Katupek Gulai Tunjang di warung tersebut mengatakan rasa makanan ini sangat lezat.

“Rasa ketupatnya lembut, kuah gulainya gurih, dikremes pakai kerupuk merah, dan ditambah lagi kaki sapinya hingga rasanya semakin lemak. Apa lagi ada makanan khas Pariaman lainnya yaitu sala bule. Pokoknya lezat lah,” cetus pak Ali

Untuk harganya sebut pria paruh baya ini, pas di kantong seporsinya sekitar Rp 14 ribu. Pokoknya mantap disantap, baik pada sore dan malam hari,” ungkapnya.(*)