Lepas Rindu, Razman Arif Nasution Berkunjung ke PWI Sumut, Farianda: PWI Terbuka Bagi Siapapun

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:20 WIB

Medan, MPOL: DR. H. Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA, (Ph.D) Advocates and Counsellor at Law, Kamis (13/1/2022) berkunjung ke Kantor PWI Sumut di Jalan Adinegoro Medan. Kunjungan silaturahmi lowyer kondang Ibukota Jakarta untuk melepas rindu sekaligus berdiskusi dengan Ketua dan jajaran pengurus PWI Sumut.

Dalam silaturahmi penuh kekeluargaan itu, Razman, mengucapkan selamat kepada Farianda Putra Sinik menjadi Ketua PWI Sumut periode 2021-2026. “Mudah-mudahan dua periode, habis itu hijrah ke Jakarta. Kalau ke Jakarta, saya garansi akan berjuang membangun koneksi untuk abang menjadi Ketua PWI Pusat, setidaknya Sekjen,” kata Razman.

Razman mengaku, silaturahmi yang di lakukannya ke Kantor PWI Sumut di bawah kepemimpinan, Farianda, karena wartawan merupakan bagian dari sejarah hidupnya sebelum menjadi lawyer. “Saya memulai karir dari wartawan. Sebelum seperti ini, saya seorang penjual koran Medan Pos. Saya harus berjalan kaki menjajakan koran dari Jalan Perdana sampai ke Terminal Amplas dengan upah Rp40.000 saat itu. Sekarang ini saya bisa berani, bisa tegas serta bisa memahami situasi dan kondisi, terutama menelaah berita sehingga sekarang dianggap orang suka viral, karena wartawan,” kenang Razman.

Jurnalis, sebut Razman, merupaan satu komponen yang tidak boleh di lepaskan oleh sebuah negara. “PWI harus menjadi mata rantai bagi negara untuk mempublish semua informasi. Sebab, orang yang menguasai informasi, maka akan menguasai dunia,” ujarnya.

Selain itu, sambung Razman, hubungan antara dirinya dengan Farianda Putra Sinik dan kedua orang tuanya serta seluruh keluarga besarnya sudah seperti saudara sendiri. Sebab, katanya, keberhasilan yang diraih saat ini merupakan didikan dan binaan dari Alm DR. H. Ibrahim Sinik dan Almh Ibu Hj Yusmaniar.

“Waktu saya di Medan, Pak Ibrahim Sinik dan Ibu Yusmaniar-lah sebagai orang tua saya. Beliau (Ibrahim Sinik, red) merupakan sosok yang tegas pada prinsip, termasuk kepada istri dan anak-anaknya, tidak ada takutnya serta membantu terhadap yang patut dibantu. Sedangkan Ibu Yusmaniar merupakan sosok yang smart. Jadi, historis atau benang merah antara saya dengan Farianda ini cukup panjang,” ungkap Razman mengisahkan.

Kepada Farianda, putra Muara Batang Gadis Madina itu, mengaku sangat mendukung, Farianda, memimpin PWI Sumut dengan berbagai inovasi-inovasi melalui program kerja yang akan dijalankan. “Saya tahu, beliau ini (Farianda, red) mampu dan kompeten. Ikuti jejak prinsip-prinsip yang telah ditanamkan kedua orang tua, sehingga nantinya mampu membawa PWI Sumut lebih baik lagi ke depannya,” pesan Razman.

Ketua PWI ini, tambah Razman, merupakan mimpi Alm Ibrahim Sinik yang tertunda. “Nah, saat ini mimpi itu mampu diwujudkan oleh putra beliau. Berbuatlah sebaik mungkin membesarkan PWI melalui program-program yang akan dikerjakan,” ujarnya.

Terkait dirinya masuk menjadi bagian dari PWI Sumut, Razman, mengucapkan terima kasih telah di ikutsertakan menjadi bagian dari PWI Sumut. “Untuk PWI Sumut, saya anytime dan on call untuk menangani kasus satu wartawan-pun di Sumut. Ini saya lakukan, karena saya cinta sama wartawan. Andai saya tidak menjadi lowyer, mungkin akan menjadi wartawan juga,” sebutnya.

Terkait kasus pencurian yang dialami Kantor PWI Sumut, Razman, mengatakan sangat memalukan, karena Kantor PWI berada dekat dengan Kantor Kejaksaan dan Kantor Kepolisian. “Saya sudah telpon Kapolsek agar kasus ini menjadi super prioritas, ditangani dengan serius dan menangkap pelakunya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Razman, juga memberikan bantuan berupa dua unit televisi ukuran 32 inci, satu unit kulkas serta satu set sofa untuk Kantor PWI Sumut.

Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, mengucapkan terima kasih kepada , Razman Arif Nasution, yang berkunjung dan bersilaturahmi ke Kantor PWI Sumut.

Kunjungan silaturahmi yang di lakukan, kata Farianda, adalah melepas rindu sekaligus berdiskusi. “Beliau ini bagian dari wartawan, apalagi beliau ini punya sejarah yang luar biasa dengan orang tua dan keluarga besar saya serta Medan Pos,” kata Farianda.

Farianda menyampaikan, PWI tidak membatasi bagi siapapun yang ingin bersilaturahmi dan berdiskusi dengan PWI.

“Kita (PWI, red) membuka diri mulai dari orang kecil sampai orang besar untuk berdiskusi. Artinya, kami membuka diri untuk ruang diskusi publik. Dengan membuka banyak jaringan, tentunya akan menjadi lebih baik,” sebut Farianda.