Korban Dijadikan Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Langsung Dicopot

Kamis, 14 Oktober 2021 | 02:08 WIB

Percut, MPOL; Kasus pedagang wanita yang menjadi korban penganiayaan dan ditetapkan sebagai tersangka berbuntut panjang dengan dicopotnya Kapolsek Polsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu dan Kanit Reskrim, AKP M Karokaro.

Pencopotan itu ditandai dengan keluarnya Surat Telegram (TR) Kapolda Sumut, ST/105/X/Kep/2021 tertanggal 13 Oktober 2021.

Dalam TR yang ditanda tangani Karo SDM Polda Sumut, Kombes Pol Heru Budi Prasetyo SIK, jabatan Kapolsek Percut Sei Tuan dijabat Kompol Muhammad Agustiawan yang sebelumnya sebagai Kanit 3 Subdit 4 Direskrimun Poldasu.

Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan diduduki Iptu Doni Pance Simatupang yang sebelumnya Panit 2 Unit Resktim Polsek Percut Sei Tuan.

Seperti diberitakan sebelumnya Litiwati Iman Gea menjadi korban penganiayaan preman berinisial BS. Pedang sayur Pasar Gambir ini malah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Percut Sei Tuan.

Bahkan kasus penganiayaan terhadap Gea viral dimedia sosial (medsos) hingga pelaku ditangkap.

Penetapan tersangka tertuang dalam surat panggilan Nomor: S.Pgl/642/IX/2021/Reskrim atas nama Litiwati Iman Gea dan kasu ini viral di sosial media Facebook yang diunggah pemilik akun Rosalinda Gea.

Melalui telepon seluler, Gea yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa dirinya diminta hadir untuk memberikan keterangan dengan status tersangka. “Ia (dipanggil jadi tersangka),” ujarnya, Sabtu (9/10/21) kemarin.

“Saya lagi di rumah sakit di Pasar IX dan masih trauma. Kepala ku ini bekas dipukul, sakit lagi. Nanti aja bicara ya bang,” ujar Gea.

Surat panggilan Gea sebagai tersangka.(*)

Perlu diketahui, sebelumnya video yang menunjukkan seorang preman memukuli pedagang wanita di Pajak Gambir, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli, Sumut viral di media sosial (Medsos).

Pelaku memukul Gea yang sedang berdagang hingga jatuh. Dalam tayangan video amatir yang beredar luas itu, terlihat pelaku memakai baju coklat lengan panjang, memukul, menendang seorang pedagang wanita yang mengenakan baju merah jambu, sembari berkata-kata kasar.

Wanita itu mencoba melawan tapi kalah kuat dengan preman tersebut. Akibat pukulan pelaku, korban mengerang kesakitan, sedangkan anak korban yang ada dilokasi merekam lewat ponsel yang terjadi, Minggu (7/9/21) pagi.

Mulanya Gea didatangi dua orang preman dan dengan paksa meminta sejumlah uang. Namun korban (Gea) menolak memberikannya membuat preman tersebut mengamuk.

Salah satu preman menghajar Gea hingga babak belur. “Hanya gara-gara preman meminta uang Rp 5 ribu, kepada ibu boru Gea, namun tidak diberi uang kepada preman tersebut sembari ibu ini berkata kamu siapa? kenapa kamu meminta sama saya? uang sudah saya bayar kepada pemuda setempat lahan jualan ku ini!,” tulis narasi dalam video tersebut.

Sontak, video tersebut viral di medsos. Dengan cepat polisi meringkus pelaku pada Senin (6/9/21) malam di salah satu kafe di kawasan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Pasca penangkapan, preman bertubuh besar itu juga disebut-sebut membuat laporan dengan tuduhan yang sama yakni penganiayaan.

Di mana preman tersebut mendapat sejumlah luka seperti cakaran dan pukulan di dadanya. Hingga kini, keduanya disebut saling lapor.

Informasinya pasca Gea ditetapkan sebagai tersangka, Polda Sumut mengambil alih kasus tersebut dan membentuk Tim Khusus (Timsus) yang beranggotakan personil Dirkrimum Poldasu dan Sat Reskrim Polrestabes Medan, dan akhirnya kedua perwira tersebut dicopot. (*)