Fahrul Rozi: PMT Medan dan Boru Tolak Kembalinya Geng Motor

Kamis, 21 Mei 2020 | 22:12 WIB

Medan, MPOL.com: Ketua Pemuda Mandala Trikora Kota Medan dan Pendiri Komunitas Sosial Boru, Fahrul Rozi (OziL) membantah adanya tujuan yang diarahkan kepadanya, dalam hal ini ada beberapa oknum memberikan berita hoax dan mengatakan bahwa ianya ketua geng motor.

“Saya nyatakan ia keliru dan salah besar. Malah saya sebagai ketua PMT Kota Medan juga sudah menyatakan sikap bahwa organisasi kami anti kekerasan dan anti geng motor. Mengingat kami Pemuda Mandala Trikora adalah organisasi berbasis sejarah, yang diketuai oleh Ketua Sumut, Daffasya Sinik dan ketua umum Ari Sigit Soeharto,” katanya, Kamis (21/5/2020).

Itu, sambungnya, terpampang jelas bahwa pihaknya adalah organisasi yang berbasis sejarah komando Trikora dan Boru adalah komunitas kepedulian sosial kemasyarakatan yang kami bentuk sebagai ajaran kepada anak-anak muda bahwa kegiatan sosial harus terus dijalankan.

“Maka berita yang ditujukan kepada saya adalah murni hoax atau buatan oknum yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Karena beberapa hari lalu, sambungnya, muncul di media sosial berita yang mengatakan bahwa dirinya adalah ketua geng motor dan penyebab onar di beberapa tempat.

“Dan saya merasa telah dirugikan besar untuk permasalahan ini. Hasil berunding dengan Ketua Pemuda Mandala Trikora Sumut, Muhammad Daffasya Adnan Sinik, telah diinstruksikan kepada saya yaitu agar melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwajib dan saat ini telah ditangani oleh pihak yang berwajib,” jelasnya.

“Mungkin secepatnya saya akan memberikan data-data berita hoax dan pencemaran nama baik saya tersebut kepada pihak berwajib agar pelaku segera ditangkap,” ujarnya.

Hal ini, katanya, bertujuan agar pelaku paham bahwa ini negara dengan ketaatan hukum dan berita berita hoax yang membuat resah masyarakat harus segera kita minimalisir. Ketua Sumut menyampaikan bahwa kekerasan tidak selalu dibalas kekerasan. Pemuda Mandala Trikoralah yang siap hadir membantu masyarakat dalam segala aspek.

“Kami tidak ingin kecewa kami dibalas dengan dendam dan kekerasan.

Maka kami hanya menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwajib. Kepercayaan penuh kami serahkan kepada pihak yang berwajib. Kami bisa saja bergerak dengan ratusan orang dan mencari siapa dalang dibalik ini, namun saya memastikan bahwa hal ini akan mengganggu ketenangan masyarakat nantinya,” tukasnya.

“Untuk apa Pemuda Mandala Trikora hadir jika hanya membuat resah masyarakat? Kami hadir untuk bersama masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam membangun Sumatera Utara Bermartabat,” kata Daffasya Sinik.

Oleh karna itu, sambungnya, maka segala tindakan kebodohan pasti akan menyebabkan penyesalan. *