Dugaan Korupsi Rp. 46 Miliar UINSU, Belasan Saksi Sudah Diperiksa, Poldasu Segera Lakukan Gelar Perkara

Kamis, 21 Mei 2020 | 21:33 WIB

Medan, MPOL.com: Terkait dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU Jl. William Iskandar/Jl. Pancing, Kel Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, berbiaya Rp. 46 miliar, penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu sudah melakukan pemeriksaan belasan orang saksi.

Dalam waktu dekat, penyidik juga akan melakukan gelar perkara dan melakukan koordinasi dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara. Namun, penyelidikan yang sudah dilakukan sejak akhir tahun 2018 itu, hingga kini statusnya masih tahap penyelidikan, belum ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Subdit Tipikor Ditreskrimsus Poldasu masih menangani kasus dugaan korupsi pembangunan gedung perkuliahan UINSU dan statusnya masih dalam penyelidikan,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, kepada Medan Pos, Senin (18/5/2020) lalu.

Nainggolan juga menyebutkan, selain belasan saksi yang sidah dimintai keterangannya, Rektor UINSU, Prof KH. Saidurrahman sudah dimintai keterangannya sebagai saksi.

“Masih tahap penyelidikan, Rektor UINSU Prof KH. Saidurrahman sudah dimintai keterangannya sebagai saksi pekan lalu termasuk puluhan saksi,” ujar MP Nainggolan.

Selain itu, sambung MP Nainggolan, penyidik sudah mendatangkan tim ahli konstruksi dari ITS (Institut Teknologi Surabaya) untuk mengecek bangunan. “Penyidik akan mendatangkan tim ahli kontruksi dari ITS untuk melakukan penelitian konstruksi bangunan,” katanya.

Disebutkan, usai lebaran, penyidik Tipikor Ditreskrimsus Poldasu akan melakukan ekspos dengan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) untuk melakukan audit dalam rangka perhitungan kerugian negara. Kemudian, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk meningkatkan status penyelidikan.

“Usai lebaran, akan dilakukan ekspos dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara dan setelah itu akan dilakukan gelar perkara, kemudian baru naik ke penyidikan,” jelas Nainggolan.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU mulai dilakukan penyelidikan oleh Poldasu sejak akhir tahun 2018. Pembangunan gedung itu memakan biaya sekitar Rp. 46 miliar. Pembangunan gedung itu dikerjakan oleh PT. Multi Karya Bisnis Perkasa. *