Delapan Pelajar Terlibat Tawuran Diedukasi, Kapolsek Sunggal: Satu Diproses Lanjut

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:09 WIB

Medan, MPOL : Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata memanggil sejumlah orangtua dan pengajar (guru) dari 8 pelajar yang terlibat tawuran di Jl. Setia Budi, Kec. Medan Sunggal, Rabu (17/8/2022).

Dalam kesempatan itu, para pelajar didampingi orangtuanya diberikan edukasi oleh Kapolsek dari dampak yang dilakukan anak-anaknya di momen HUT RI ke 77 tahun. Yudha bilang, tingkah laku para pelajar dan yang diamankan sangat meresahkan warga.

Diketahui, tawuran pelajar di Kota Medan sempat terjadi di beberapa kawasan, termasuk di wilayah hukum Polsek Sunggal dan viral di media sosial.

Hal paling meresahkan, para pelajar dan anak muda ini membawa senjata tajam (sajam) dan saling lempar batu saat tawuran. Bahkan ada yang membawa bahan peledak rakitan.

“Kita sangat mensesalkan karena 17 Agustus seharusnya diisi dengan kegiatan positif, malah (pelajar) melakukan tawuran. Saling serang dari satu sekolah dengan sekolah lainnya,” ujarnya saat diwawancarai di Mapolsek Sunggal, Kamis (18/8/2022) sore.

Lokasi kejadian tawuran kata Chandra, terjadi di Jalan Setia Budi, Jl. Ringroad, Jl. Ngumban Surbakti, Jl. Sumarsono dan di beberapa jalan lainnya. Aksi tawuran ini dilakukan serentak.

Akibat peristiwa itu ada beberapa warga yang menjadi korban. Selain itu, terjadi pengrusakan fasilitas umum dengan menggunakan senjata tajam, yakni ban mobil warga dikoyak.

“Ada 8 orang diamankan. 3 orang diantaranya sudah tamat sekolah. Ini dari berbagai sekolah. Mereka ini sepertinya dari geng motor tertentu,” sebutnya.

Chandra menjelaskan ada pun dari 8 yang diamankan, ada satu pelajar yang akan diproses lebih lanjut. Sebab, kata Chandra, seorang pelajar itu kedapatan langsung membawa senjata tajam dan merusak fasilitas. Sementara lainnya akan dikembalikan kepada orangtua.

“Saat melancarkan aksi, para pelajar ini saling memanggil satu sama lain untuk tawuran. Demikian, butuh upaya pencegahan dilakukan dari berbagai pihak ke depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Rabu (24/8/2022) pihaknya berencana akan duduk bersama pihak kecamatan, sekolah serta dinas pendidikan untuk mengatasi tawuran yang masih terjadi. *