Bobby Octavianus Zulkarnain: Sumpah Pemuda di Saat Pandemi Covid Momen Kaum Millenial Maksimalkan Potensi UMKM

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:21 WIB

Medan, MPOL : Momentum   Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 hendaknya mampu dimanfatkan kaum muda untuk meningkatkan kemandirian agar kalangan millenial mampu untuk lebih kreatif dan berdaya saing terutama di masa sulit saat pandemi Covid-19 sekarang ini.

Selain itu juga, momen peringatan kali ini juga harus digunakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda yang dianggap sudah mulai luntur karena banyak orang sudah melupakannya.

Hal tersebut dikatakan Ketua Harian Pemuda Karya Nasional (PKN) Kota Medan, Bobby Octavianus Zulkarnain SE, Rabu (28/10/2020), menanggapi peringatan dilaksanakannya kongres pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang mengikrarkan satu tanah air yakni tanah air Indonesia, satu bangsa yakni Bangsa Indonesia serta satu bahasa yakni Bahasa Indonesia.

Dikatakan Bobby, sudah semestinya pemuda Indonesia memperlihatkan kreativitas dan prestasinya untuk bangsa, bahkan harus dibuktikan pada dunia bahwa pemuda Indonesia bisa bersaing di kancah global.

“Pemuda harus bangkit, tunjukkan pada dunia bahwa pemuda Indonesia bisa berdiri di mana pun, bisa bersaing dengan siapapun,” serunya.

Terlebih, sambungnya, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami kesulitan terutama di bidang ekonomi akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, pemuda tidak boleh berpangku tangan.

Pemuda harus mengambil peran untuk menyelamatkan ekonomi bangsa, salah satunya dengan memaksimalkan potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang diminati dan dikembangkan pemuda Indonesia.

“Melihat peluang yang ada dalam UMKM ini, saya berharap ke depan terbangun kemandirian ekonomi lewat usaha-usaha kreatif yang dilakukan pemuda,” katanya.

Artinya, lanjut usahawan muda ini, pemuda dan pemudi di masa yang akan datang harus mampu menjadikan UMKM sebagai pilar perekonomian bangsa.

“‎UKM ini mampu bertahan dan oleh karena itu kita harus kembangkan lagi di masa yang akan datang. Banyak usaha produktif yang bisa lahir dari tangan kreatif pemuda, terutama yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sekarang ini,” katanya.‎

Selain itu, pria yang juga aktif di banyak kegiatan seperti politik dan olahraga ini menegaskan, bahwa pemuda Indonesia harus kembali membangun karakter nasional dan bergotong-royong membangun bangsa ini dalam bingkai persatuan dan persaudaraan.

“Kita harus memperkuat nilai-nilai universal, membangun kembali karakter nasional dan bekerja sama tanpa memandang latar belakang. Itulah makna sumpah pemuda yang harus diwujudkan,” ucap Bobby.

Sebagai pemuda, lanjut Bobby, semestinya menyadari tugas dan perannya yang sangat penting dalam kancah pembangunan bangsa.

“Di era yang disebut zaman millenial ini, pemuda memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat menjadi pemegang kendali dalam memajukan sebuah bangsa. Kita sama-sama tahu, bahwa pemuda harus memiliki pemikiran-pemikiran yang masih brilian, masih segar, punya ide cemerlang, konsep yang bagus untuk kemajuan bangsa ke depannya,” ungkapnya.

Dalam lingkup Kota Medan sendiri, dikatakan Bobby lagi, saat ini sedang menghadapi momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan menjadi penentu arah pembangunan ke depan. Pada kesempatan ini pemuda juga harus menempatkan perannya untuk mencapai sukses penyelenggaraan dan sukses tujuan dari Pilkada.

“Sejak zaman prakemerdekaan, pemuda memiliki peran sebagai agen perubahan. Pemuda menjadi pelaku sejarah dari peristiwa-peristiwa penting yang dialami bangsa ini. Termasuk dalam setiap pergantian masa dan perubahan pemerintahan, pemuda menjadi sosok yang mampu menginspirasi dan mengiringi proses transisi yang terjadi,” paparnya.

Karena itu, sekali lagi Bobby mengajak kalangan muda, millenial khususnya di Kota Medan untuk meningkatkan kesadaran akan besarnya potensi mereka untuk menentukan arah pembangunan.

“Maju mundurnya, atau sukses tidaknya laju pembangunan ada di tangan kita. Karena itu, mari kita terus bersinergi, satukan potensi demi mencapai persatuan dan kemandirian pemuda,” demikian Bobby.