Awas Kena Tipu, Akun Pelaku Penipuan Modus Investasi Catut Nama Fakar Suhartami  

Selasa, 27 Oktober 2020 | 08:50 WIB

Medan, MPOL: Fakar Suhartami Pratama mendatangi Polrestabes Medan di Jalan HM Said Medan, Senin (26/10/2020) sore, untuk melaporkan akun media sosial (medsos) mencatut namanya.

Dalam aksinya pelaku penipuan modus investasi yang memakai nama akun identik dengan Fakar ini, mengimingi-imingi investasi titip dana yang dapat keuntungan berlipat dalam waktu singkat.

“Jadi datang ke Polrestabes Medan ini untuk menjelaskan pelaporan bahwasanya ada yang mencatut nama saya tetapi dia pakai dalam penipuan. Dia melakukan seperti sebuah investasi, orang meletakkan duit di tempat dia (pelaku) akan berlipat jumlahnya. Masukkan Rp 1 juta dalam dua atau tiga hari bisa menjadi Rp 2 juta,” ujarnya kepada wartawan di Press Room Polresrabes Medan, Senin (26/10/20) sore.

Fakar menunjukkan akun penipu bukan hanya mencatut namanya, tapi juga foto-fotonya. Bahkan, untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga membuat rekening bank dengan nama yang hampir sama milik Fakar. Ada tiga rekening bank yang dibuat oleh pelaku.”Saya saja hanya punya 1 nomor rekening bank, tapi bank saya tidak sama dengan nama bank si pelaku,” katanya dengan nada heran.

Hebatnya sebut Fakar, nomor rekeningnya itu dikloning nama saya, di ketiga bank itu memakai nama Suhartami Pratama, Pratama Suhartami, yang satu lagi nama lengkap Fakar Suhartami Pratama.

“Itu mereka kloning dari grup telegram, Instagram dan di Facebook. Nama saya di Instagram itu fakarich_ (underscorenya satu), tapi dia bikin (akun penipu) yakni fakarich_ _ (underscorenya dua),” sambungnya.

Tak ayal, atas ulah pelaku sejumlah masyarakat menjadi korban penipuan. Ada yang tertipu Rp 1 juta hingga Rp 30 juta.

“Karena saya mempunyai folower yang lumayan di sosial media dan dikenal orang, ada YouTube juga, orang pikir itu adalah saya dan banyak yang tertipu,” ujarnya.

Fajar juga mengatakan karena sudah ada sejumlah orang yang tertipu oleh akun penipu yang mencatut namanya, akhirnya dia mendatangi Polrestabes Medan untuk membuat laporan.

“Akhirnya saya membuat pelaporan. Sebenarnya dari kemarin sudah banyak yang bilang, bang apa itu kamu, aku bilang tidak,” ungkapnya.

Di kantor polisi, Fajar dan pihak kepolisian melakukan konseling atas kasus kejahatan cyber ini oleh penyidik di ruang konseling Satreskrim Polrestabes Medan.” Laporan resmi belum, masih konseling aja dulu bang,” ujarnya.

Lebih lanjut Fakar juga menghimbau masyarakat agar jangan sampai tertipu investasi bodong yang mencatut akun milik orang.

“Saya sudah buat klarifikasi di sosial media saya (Instagram) karena disini follower saya ada 29,4 ribu. Aku sudah masukin nomor WA (WhatsApp), WA ku cuma satu (+62 821-6503-1232) selain dari nomor itu, semua penipuan,” ungkapnya.

Fakar juga meminta masyarakat jangan terlalu percaya dengan iming-iming keuntungan besar dalam bisnis trading, yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda dalam beberapa hari.

Oleh karenanya, kalau ada yang menawarkan jasa investasi Rp 1 juta dalam dua hari menjadi Rp 2 hingga 3 juta, dapat dipastikan itu investasi penipuan.

“Jadi kalau ada yang menawarkan jasa investasi Rp 1 juta dalam dua hari jadi Rp 2 atau 3 juta itu sangat mustahil. Bahkan untuk kami aja yang trading itu hanya 10 persen dari modal itu perbulan. Jadi bila kita letakin uang kita Rp 1 juta untuk trading satu bulan itu (keuntungan) Rp 100 ribu, itu paling banyak. Itu logikanya,” ungkapnya.(*)