Sosperda Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Kemiskinan

Abdul Rahman Nasution : Banyak Program Pemko Medan Yang Sudah Disalurkan Kepada Masyarakat Miskin

Minggu, 5 Desember 2021 | 21:11 WIB

Medan, MPOL – Anggota DPRD Kota Medan Abdul Rahman Nasution SH menyampaikan, pemerintah kota Medan hingga saat ini sudah banyak merealisasikan beberapa program dalam mengentaskan masalah kemiskinan sesuai perda nomor 5 tahun 2015 tentang penanggulangan kemiskinan.

Dalam perda khususnya pada bab 4 antara lain menyebutkan beberapa hak masyarakat yang harus dipenuhi Pemko Medan, khususnya bagi masyarakat tergolong miskin baik di bidang
pendidikan, kesehatan, penyediaan pipanisasi air bersih,mendapatkan modal usaha, jaminan rasa aman dan ketertiban, mendapatkan pelatihan keterampilan dan lainnnya.

Anggota DPRD Kota Medan Abdul Rahman Nasution menundukkan kepada kepada seorang nenek yang turut mengikuti sosper yang dilakukannya di keluarahaan Dwikora Medan Helvetia, sabtu lalu. (ist)

“Jadi, bapak dan ibu punya hak mendapatkan fasilitas dari Pemko Medan. Siapa yang sudah menerima bantuan seperti PKH, BPJS Gratis dan sembako
dari Pemko Medan. Nah, inilah upaya pemerintah kita mengurangi beban warga miskin di kota ini,” ujar Abdul Rahman Nasution saat menyampaikan sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2015 di Jalan Kapten Muslim Gg Sadar Kelurahan Dwikora Kec, Medan Helvetia, Sabtu (4/12).

Kegiatan ini juga dihadiri Camat Medan Helvetia diwakili Kasi Trantib Supriedi Lubis, Lurah Dwikora Uci Paramita Sheilda SSTP, Kepling X Dwikora Yusuf dan seratusan warga setempat.

Untuk program pipanisai air bersih, selaku wakil rakyat, Abdul Rahman telah mendorong pengadaan pipanisasi beberapa titik khususnya di wilayah Medan Barat. Nah, kalau ada bapak/ ibu yang berminat akan dibangunnya sarana air bersih di lokasi ini, silahkan datang saja ke Rumah Aspirasi ARN di Jalan Karya 2 Medan Kelurahan Karang Berombak. Kita akan proses sekaligus mendorong pula segera dilakukan pembangunannya ke pemerintah kota,” tegasnya.

Bidang pendidikan, tahun 2022 pemerintah kota berencana menyediakan fasiltas beasiswa bagi 25.000 siswa SD dan SMP. Nah, ini peluang yang mesti kita kejar, kalau bisa siswa SD SMP di kelurahan ini, semuanya mendapat beasiswa itu,” kata pria biasa disapa Mance ini.

Mengenai program Universal Health Coverage (UHC), yang mestinya dilaksanakan tahun 2021, tampaknya belum dapat direalisasikan mengingat adanya pandemic covid 19 dan kenaikan premi BPJS dari 27.000 menjadi 35.000.

Karena itu, sebagai gantinya, tahun 2022 ini, Pemko Medan menambah kuota BPJS sebanyak 100.000 kartu. Untuk ini, silahkan proses pengajuan permohonannya, Rumah Aspirasi ARN siap membantu warga,” tegas Mance.

Banyak juga persoalan-persoalan lain yang ditanya warga kepada Mance, yang tampil cukup elegan, penuh canda meski terus mengajak warga melakukan pembahasan serius terhadap semua persoalan kemiskinan.

Mance selalu berupaya menjawab dengan baik semua aspirasi dan memikirkan solusi terbaiknya. Sebab baginya, ia pun menjadi anggota dewan merupakan amanah masyarakatnya.

Seperti misalnya, pertanyaan seorang ibu yang mempersoalkan mengapa ia berprofesi sebagai jualan kecil kecilan tidak bisa mendapat PKH.

Atau pertanyan Seorang warga lainnya bagaimana mendapatkan pembinaan keterampilan tataboga.

Untuk ini Mance menyatakan bahwa di setiap kelurahan ada dana Rp 1,7 m,
yang salah satunya bisa dimanfaatkan untuk program pemberdayaan terhadap masyarakat seperti mendapatkan pelatihan keterampilan tataboga itu dan lainnya.

Dalam sosper itu, warga juga meminta politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Medan itu menyampaikan harapan masyarakat untuk membenahi sungai yang membelah kota Medan itu untuk dikeruk agar tidak menimbulkan banjir, dan merawat bibir-bibir sungai yang mulai rusak.

Sementara itu, Lurah Dwikora Uci Paramita menyampaikan apresiasi kepada Abdul Rahman yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Medan yang sudi membantu warganya dalam berbagai urusan, hingga memohon kepada pemerintah mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS gratis dan urusan lainnya.

Memang, kita bisa lebih lambat menyahuti aspirasi masyarakat, karena kita harus terlebih dahulu mengumpulkan data dan mengevaluasinya. Sedang beliau dengan tim dari Rumah Aspirasi ARN yang dibangunnya mampu membantu warga, bahkan untuk persoalan atminduk.

Perlu diketahui, Rumah Aspirasi ARN memang sengaja dibangun Manche untuk membantu masyarakat yang terkendala urusan administrasi apapun. Hingga kini lebih 1000 BPJS gratis diperjuangkannya untuk masyarakat. Dan, Alhamdulillah banyak yang sudah merasakan manfaatnya. (bp)