10 Bulan Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Dijemput Polisi

Selasa, 30 Juni 2020 | 16:59 WIB
Delitua, MPOL:  Sudah 10 bulan buron dalam kasus penganiayaan, akhirnya Polsek Delitua, mengamankan M. Beru Barus (47) warga Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, pada Senin (29/06/2020).‬
‪Tersangka yang merupakan istri dari oknum camat  di Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo diamankan setelah korbannya  M. Beru Bangun (50), warga Jalan Pinus Raya, Linkungan Xlll, Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan itu, membuat laporan ke Mapolsek Delitua, dengan nomor: SLTTP/lll 9/Vlll/2019/SPKT/SEKTA DELTA, Jumat 23 Agustus 2019.”Tersangka kita amakan setelah menindaklanjuti laporan korban,” terang Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap SH, kepada wartawan, Senin (29/6/20).

Peristiwa berawal karena kecemburuan tersangka terhadap korban. Sebab, antara korban dan suami tersangka merupakan teman sekolahan. Sehingga diantara mereka tergabung di salah satu grup media sosial what’s Aap yang beranggotakan para sahabat alumni SMA Negeri Berastagi, angkatan tahun 88/89.

Namun, kecemburuan tersangka itupun dilanjutkan dengan mendatangi korban yang saat itu sedang berjualan di pajak, Simalingkar. Tanpa basa basi, pelaku M. beru B, langsung menyiramkan air gilingan cabai yang sudah disiapkan ke sekujur tubuh korban. Tak sampai disitu, tersangka langsung menganiaya korban dengan cara menginjak-injak korban.‬

‪“Saat ini dia (M Beru Barus) sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan berkasnya sudah dinyatakan P22 oleh pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, Cabang Pancur Batu,” terang kapolsek.‬

Dikatakan kapolsek, bahwa tersangka saat ini sudah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Pancur Batu. Namun, pihak kejaksaan menitipkan untuk sementara waktu di sel tahanan Polsek Deli Tua. Lebih lanjut dikatakannya, bahwa saat ini tersangka masih di BAP di ruang penyidik Reskrim Polsek Deli Tua, bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kepada tersangka di kenakan pasal 351 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, pungkas kapolsek. (*)