Warga Langkat Minta PT.PLN Pertimbangkan  Kerjasama Dengan PLTA Wampu I

Senin, 30 Agustus 2021 | 00:01 WIB

Medan,MPOL: arga Kabupaten langkat khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Wampu meminta kepada pihak PT.PLN untuk mempertimbangkan kerja sama tekhnis dengan PLTA Wampu I Aek Simonggo.

Pasalnya, mereka menilai ada tindakan sewenang-wenang dari pihak PLTA Wampu I Aek Simonggo yang terkesan tidak memikirkan keselamatan warga. Hal itu terjadi dengan meluapnya Sungai Wampu secara tiba-tiba pada Minggu (29/8) sekitar pukul 11.30 wib diduga dikarenakan pihak perusahaan yang dikelola oleh PT.Aek Simonggo Energy membuka kran air tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat.

Kepala Desa Empu, Kec Wampu Kab Langkat, Ramli yang dihubungi Medan Pos, Minggu (29/8) mengakui adanya luapan air Sungai Wampu yang datang secara tiba-tiba. “Pihak PLTA Wampu I Aek Simonggo seharusnya memberitahukan kapan akan dilakukan pembukaan air kran karena warga banyak yang mencari makan dan beraktivitas di Sungai Wampu. Jika kran air dibuka saat aktivitas warga, akan membahayakan dan bisa terjadi korban jiwa,” katanya.

Dia mengakui satu bulan lalu pernah dihubungi pihak perusahaan agar memberitahukan kepada warga untuk berhati-hati karena akan membuka kran air. Namun, pembukaan kran air dilakukan pada malam hari  untuk menghindari korban jiwa. Tapi, kok bisa dilakukan siang hari. Ini perlu menjadi perhatian,” ujarnya.

Walau tidak sempat menelan korban jiwa, sebut Ramli, namun tindakan pihak PLTA Wampu I Aek Simonggo, tidak dapat ditolerir. “Kami akan mengkonfirmasikan kepada pihak perusahaan agar tidak semena-mena membuka kran air,” tegasnya.

Kades Empu mengatakan dengan tindakan pihak PLTA Wampu I, nyaris terjadi korban jiwa terhadap karyawan salah satu perusahaan yang sedang bekerja di pinggiran sungai Wampu. “Ada satu perusahaan alat beratnya tenggelam terbawa arus air akibat kejadian itu. Bahkan, karyawannya nyaris tewas,” sebutnya.

Sementara itu, sejumlah warga Desa Empu meminta kepada PT.PLN untuk mempertimbangkan kerjasama  dengan PLTA Wampu Aek Simanggo. “Kami berharap agar PT.PLN lebih selektif dalam melakukan kerjasama dengan PLTA Wampu I Aek Simanggo karena sampai saat ini tidak ada manfaatnya bagi warga sekitar,” kata mereka.

Disebutkan mereka, tindakan sewenang-wenang dalam membuka kran air salah satu bentuk tindakan kecerobohan yang tidak memerdulikan keselamatan warga khususnya yang berada dipinggiran sungai. “PLTA Wampu I yang dikelola PT.Aek Simanggo Energy belum beroperasi namun sudah bertindak sewenang-wenang bagaimana lagi jika perusahaan itu sudah beroperasi, mungkin lebih parah lagi. Karenan itu kami meminta PT.PLN lebih mempertimbangkan keselamatan warga dan mempertimbangkan kerjasama dengan perusahaan milik asing (Australia-China) tersebut,” ungkap mereka.

“Kami sudah mendatangi PLTA Wampu I Aek Simanggo, melalui managernya Suyitno mengaku ada membuka kran air namun sebelumnya sudah diberitahukan HRD kepada warga agar berhati-hati dan tidak berada di sungai atau beraktivitas dipinggir sungai,” kata Tri, salah seorang warga Desa Empu.

Namun, pemberitahuan itu tidak satu orangpun warga yang mengetahui, demikian juga Kades Empu, Ramli mengatakan tidak ada pemberitahuan dari pihak perusahaan listrik tenaga air tersebut.

Sementara Manager PT.Aek Simonggo Energy yang mengelola PLTA Wampu I, Suyitno yang dikonfirmasi Medan Pos soal “banjir Bandang” Sei Wampu akibat pembukaan kran air perusahaan yang dikelolanya, tidak menjawab. Konfirmasi yang disampaikan melalui WhatsApp (WA) juga tidak dibalas.

Diketahui, PT Aek Simonggo Energy membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kabupaten Langkat, dengan kapasitas 12 MW dengan investasi sekitar Rp152 miliar.  PT Aek Simonggo Energy akan membangun pembangkit listrik tenaga air dengan memanfaatkan Sungai Wampu sebagai sumber pembangkit energi.

Perusahaan itu diperkirakan akan beroperasi tahun 2014, namun sampai saat ini belum juga beroperasi.***