Wakil Bupati Labuhanbatu Bantah Tudingan TS Berikan Uang 5 Juta Jadikan Kepling

Selasa, 29 November 2022 | 21:59 WIB

Labuhanbatu, MPOL: Wakil Bupati Labuhanbatu Hj Elly Rosa Siregar,S.Pd,MM membantah atas tudigan yang dinyatakan Umi Nadrah Hasibuan yang mengaku sebagai Tim sukses (TS) Erik-Elly Rosa (ERA) yang telah memberikan uang kepadanya sebesar 5 juta dalam pengurusan Kepling kampung baru.

“Tidak benar itu kalau dia memberikan uang sebesar 5 juta dalam pengurusan kepala lingkungan, adiknya diganti dikarenakan usulan masyarakat,” kata Wakil Bupati, Selasa (29/11/2022) menjawab Medan Pos.

Disinggung, apakah benar Umi merupakan Tim sukses saat pemenangan Era, ia mengatakan kalau umi benar saat itu ikut-ikut dalam pilkada berlangsung.

“Betul, dia dulu ikut-ikut saya saat pilkada, kemana saya kesitu dia, tapi bukanlah Tim sukses hanya ikut saya saja,” sebut Ely.

Disingung kembali, apakah memang betul Umi merupakan TS bagian Spiritual dalam pemenangan Era, ia membantah atas apa yang diucapkan umi.

“Adiknya yang diganti menjadi Kepling itupun karena usulan masyarakat dan dia bukan bagian spritual saya, hanya ikut saja,” sebut Ely.

Sebelumnya, Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga dituding Tim Suksesnya saat pilkada lalu berlangsung akan membelikan sebuah rumah jika terpilih menjadi Bupati. Namun faktanya setelah menjadi Bupati janji itu hanyalah isapan jempol semata.

Bahkan, selain menjanjikan rumah, Erik juga menjanjikan saat itu kalau anak TSnya akan diayunkan di rumah dinas jika terpilih nantinya.

Hal itu dikatakan Umi Nadrah selaku TS ERA, Warga Kampung baru, Kelurahan Kartini, Kecamatan Rantau Utara saat diwawancarai Wartawan.

“Sayalah Tim sukses dalam pemenangan Erik -Elly Rosa bagian dari pendamping spritual masa pilkada. Tapi semua itu tidak saya permasalahankan lagi, meskipun janjinya dulu sangat manis sebelum terpilih,” kata Umi.

Katanya, meskipun janji itu tidak terpenuhi kini Adik kandung saya yang merupakan mantan Kepling Kampung baru malah dipecat dengan alasan karena masyarakat kampung baru tidak menyukai adik saya menjadi Kepala Lingkungan (Kepling).

“Yang mengangkat itu adalah ibu Wakil Bupati, yang menyerahkan Surat Keputusan (SK) juga wakil bupati katanya saat itu sebagai penghargaan untuk saya sebagai TS. Namun akhirnya dipecat juga,” ujar Umi didampingi Atin selaku mantan Kepling kampung baru.

Dikatakannya,dalam pengangkatan Kepling yang dikatakan sebagai penghargaan bukanlah gratis melainkan saat itu Wakil Bupati Elly Rosa Siregar meminta uang 5 juta kepada saya.

“Saat itu saya bilang kenapa pakai duit Bu Ely tapi ini sebagai penghargaan. Kalau 5 juta mana ada uang saya, ibukan tahu saya sudah habis soal Pilkada, namun kata Bu Elly saat itu memang sudah begitu aturannya dan kamu carik-carikkanlah dulu,” bilang Umi menirukan.

Kemudian saya pun mencarikan uang yang diminta ibu wakil, namun yang ada hanya 4 juta, saat itu dirumah dinas bupati saya mengatakan uang saya hanya 4 juta, Bu Ely tidak menerima kalau hanya 4 juta.

“Akhirnya saya pun menyerahkan uang 5 juta kepada Bu wakil yang disaksikan adik saya Atin (Mantan Kepling). Jadi adik saya sekitar 1 tahun lah menjabat Kepling setelah alasan dipecatnya karena masyarakat tidak menyukainya,” ujar Umi.

Ditambahkannya, ia berharap uang yang diberikan dalam pengurusan Kepling tersebut kiranya wakil bupati Labuhanbatu mengembalikan uang yang diberikan 5 juta tersebut.

“Saya masih berharap agar uang tersebut dikembalikan wakil Bupati. Meskipun adik saya tidak menjadi Kepling kembali,” harap Umi.

Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga belum bersedia menjawab konfirmasi Medan Pos. Pesan yang dikirimkan Wartawan melalui Whats appnya belum berbalas.

Sementara itu Lurah Kartini Bambang Suharno dikonfirmasi Wartawan mengatakan atas dicopotnya Kepling tersebut karena beliau bukan lah warga kampung baru, kemudian dia juga tidak disukai masyarakat sekitar.

“Itu sudah hasil dari rapat warga agar beliau tidak menjabat Kepling lagi,” ungkap Bambang.***