Kapoldasu Paparkan Peristiwa Pembunuhan Ketua MUI Labura di Polres Labuhanbatu

Rabu, 28 Juli 2021 | 19:17 WIB

Labuhanbatu, MPOL: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak paparkan kasus pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) H. Aminurrasyid Aruan (50) di Polres Labuhanbatu, Rabu (28/7/2021).

Dalam paparannya mengatakan,kejadian pembunuhan terhadap Aminurrasyid Aruan bermula ketika korban baru pulang mengarit rumput tepatnya Selasa (27/7/2021) kemarin, di Jalan Utama Lingkungan VI Panjang Bidang II Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan.

“Tersangka memberhentikan sepeda motor korban kemudian langsung membacok leher korban. Korban terjatuh dari kendaraannya lalu tersungkur masuk ke dalam parit,”Papar Panca.

Selanjutnya,tersangka S alias Anto Dogol (35) kembali membacok korban secara berulang kali.Sehingga korban meninggal di lokasi kejadian dengan bersimbah darah.Perbuatan tersangka terhadap korban, dikarenakan rasa sakit hati tersangka karena ucapan korban.

“Tersangka merasa sakit hati lantaran korban menasehatin tersangka untuk tidak melakukan pencurian lagi,” jelas Kapolda.

Adapun barang bukti 1 buah parang panjang, 1 unit sepeda motor merk Honda Astrea warna hitam, 1 buah sabit milik korban, dan satu buah karung goni berisi rumput.

“Tersangka disangkakan dengan pasal 340 subs 338 subs 351, penganiayaan dengan menghilangkan nyawa korban,” tutup Kapolda.

Bupati Labura Hendriyanto yang turut hadir dalam acara tersebut mengucapkan terimakasih kepada Polda Sumatera Utara dan Polres Labuhanbatu yang telah mengungkap kasus tersebut.

“Kami Pemkab Labura mengucapkan terimakasih kepada bapak kapoldasu yg telah berhasil mengungkap kasus tidak lebih dari 24 jam. Saya menghimbau kapada seluruh masyarakat Labura agar sama-sama menjaga situasi kamtibmas di labura dan mempercayakan penangan ini kapada pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang NU Labura Khairuddin Gultom menyampaikan bahwa perbuatan tersangka terhadap korban merupakan kasus murni kriminal.

“Kami menyakini bahwa kasus ini murni kasus tindak pidana dan tidak ada unsur lain dan jangan terpengaruh oleh isu yang tidak baik. Mari kita jaga kondusifitas di wilayah Labura,” pungkasnya.