Kondisi Jalan Nasional di Samosir Mulai Rusak, Butuh Perbaikan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:04 WIB
Samosir,MPOL: Jalan nasional ring road Samosir yang sudah selesai dikerjakan  PT. PP (persero) dan PT. Seneca beberapa tahun lalu, sudah mulai rusak di sejumlah titik Pangururan-Simanindo.
       Boris Situmorang kepada medanposonline.com, Selasa (20/10-2020) di Tuk-Tuk menyebutkan,  sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan diantaranya tembok penahan tanah di lokasi perbatasan Desa Cinta Dame yang roboh sudah hampir satu tahun yang sampai sekarang belum ada tanda tanda untuk diperbaiki,padahal lokasinya sangat rawan longsor.
     Jika dibiarkan terus menerus pasti akan semakin rusak,untuk itulah kepada pimpinan pekerja proyek supaya cepat memperbaikinya sebelum tambah parah kerusakannya.
       Kedua,ruas jalan nasional tepatnya di Tolping sudah mengalami kerusakan yang belum parah,sebelum amblas total sebaiknya pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memerintahkan pimpinan proyek memperbaikinya.
       Sesuai dengan program pemerintah pusat yang dicanangkan  Presiden RI Ir.Joko Widodo bahwa Samosir termasuk 10 kabupaten yang menjadi ikon Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),sebut Boris Situmorang yang juga Praktisi Hukum yang sering menyoroti pembangunan di Samosir.
      Dimana masa pandemi covid -19 yang masih berlangsung, pemerintah pusat maupun provinsi mengalokasikan dana yang begitu besar untuk Kabupaten Samosir seperti pembangunan jalan lingkar Tuk-Tuk,pengaspalan jalan nasional Nainggolan,pelebaran jalan nasional Ambarita,pembangunan Dermaga Simanindo,pemasangan pipanisasi SPAM yang semuanya sedang dikerjakan.
       “Harapan kami sebagai warga Samosir,meminta setiap pengerjaan proyek proyek benar benar dilaksanakan dengan baik, mengingat dana yang digelontorkan pusat sangat besar”, katanya.
         “Apalagi di rencanakan bapak Presiden RI Ir.Joko Widodo akan berkunjung ke Samosir bulan Desember ini,dan sekaligus melihat pelaksanaan pembangunan di Samosir yang dibiayai APBN Pusat”, tambah Boris.
      Sebelumnya pekerjaan paket 1 yaitu preservasi dan pelebaran jalan Pangururan-Ambarita-Tomok -Onan Runggu sepanjang 75,9 KM dengan anggaran Rp.367,21 miliar yang di kerjakan Kontraktor Pelaksana PT. PP (persero)  dan PT. Seneca.
      Kementerian PUPR menargetkan preservasi dan pelebaran jalan lingkar di Pulau Samosir,Sumatera Utara yang di programkan pemerintah pusat bisa menunjang pariwisata di Danau Toba yang merupakan salah satu KSPN,sebut Boris Situmorang.**