Ketum PB MABMI Gagas Satukan Elemen Masyarakat Sumut, Para Tokoh Beri Dukungan

Kamis, 18 Maret 2021 | 18:33 WIB

Medan, MPOL : Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE yang juga dikenal sebagai “Sahabat Semua Suku” menggagas agar segenap elemen masyarakat kembali besatu, setelah pada perhelatan politik yang lalu kemungkinan terjadi perbedaan-perbedaan sikap dan pandangan.

“Empat tahun ini mari kita satukan semua, yang retak kita rekat, yang sumbing kita tempel yang renggang kita rapatkan. Dengan bersatu kita bisa bersama membangun Sumatera Utara negeri tercinta kita, bak kata pepatah bersatu kita teguh bercerai kita rubuh,” kata Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) ke-15 yang juga mantan Ketua KNPI Sumut itu pada pertemuan silaturahmi yang digelar PB MABMI dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai etnis di Sumatera Utara, Kamis (18/3/2021) di RM Sederhana Jalan Brigjen Katamso Medan.

Silaturahmi itu sendiri pada intinya penyampaian permohonan maaf dari Ketua Umum PB MABMI H Syamsul Arifin SE karena pada acara pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MABMI Sumatera Utara (Sumut) di Medan 11 Maret barusan, tidak semua tokoh yang dapat dianggap mewakili etnis-etnis yang ada di Sumut turut diundang. Hal itu dikarenakan pemenuhan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang membatasi jumlah kehadiran pada acara di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan tersebut.

“Saya dengar selentingan ada yang mengumpat, seolah saya (Syamsul Arifin) sudah berubah, sudah sombong, buat acara tak mau lagi mengundang. Bukan begitu, sama sekali bukan begitu. Saya tidak berubah, masih seperti yang dulu. Hanya saja ketentuan Prokes Covid-19 yang membatasi jumlah kehadiran, sehingga tidak dapat mengundang semua. Karena itulah PB MABMI mengadakan pertemuan silaturahmi hari ini sekaligus memohon maaf kepada bapak-bapak, tuan-tuan sekalian,” ungkap Syamsul sembari memperkenalkan PW MABMI Sumut dipimpin ketua Ir H Zahir M.AP yang saat ini menjabat Bupati Batu Bara dengan sekretaris H Aja Syahri S.Ag, M.Sos dan bendahara dr Siti Andira Ramayana.

Hadir pada silaturahmi itu para tokoh masyarakat berbagai etnis sepeti H Farianda Putra Sinik SE dari tokoh masyarakat Minang, Sanggam SH Bakkara dari masyarakat Batak Toba, H Ruslan SE dari masyarakat Jawa, Julius Raja dari masyarakat India, Hendy Ong dan Anwar Susanto dari masyarakat Tionghoa, Wan Nabari Ginting dari masyarakat Karo, Tar Samalanga dari masyarakat Aceh, Drs Sempurna Silalahi dari masyarakat Pakpak, dan lainnya. Sedangkan dari pengurus PB MABMI hadir dua Dewan Penasehat Dr Syakhyan Asmara M.SP dan H Syarifuddin Siba SH, MH, kemudian Dr Milhan Yusuf MA (Sekretaris Umum), Syahril Tambuse (Sekretaris), Datuq Adil F Haberham (Bendahara), Azrin Marydha (Departemen Melayu Serumpun), Eddy Sofyan, Dr Sakhira Zandi (Departemen Dakwah), dari PW MABMI Sumut H Aja Syahri S.Ag, M.Sos (Sekretaris), Syahran Syamsuddin (Biro Organisasi) dan Muhammad Yoris Gustiawan (Biro Humas), serta Ketua PD MABMI Kota Medan Ir Tengku Syahmi Johan M.Si.

LUPAKAN SOAL POLITIK

Kembali ke gagasan untuk bersatu, Syamsul Arifin menyebutkan beberapa waktu belakangan ini masyarakat dipengaruhi oleh situasi dan suasana politik baik Pilkada Gubsu, Pemilu Presiden dan Legislatif hingga yang terakhir Pilkada Bupat/Walikota serentak di sejumlah Kabupaten/Kota. Hal ini membuat berbagai elemen masyarakat baik organisasi maupun kelompok masyarakat lainnya ada yang berbeda sikap dan pandangan.

Menurut mantan Bupati Langkat dua periode itu, hal seperti itu sesungguhnya sudah lumrah terjaid pada tahun-tahun politik, namun kita pun harus segera menyadari bahwa perbedaan-perbedaan akibat sikap politik demikian harus diakhiri bersamaan dengan berakhirnya perhelatan atau kepentingan menjatuhkan pilihan politik itu sendiri. Ia mengatakan, hal demikian juga sebenarnya bukanlah sebuah perpecahan melainkan perbedaan dalam menyikapi pilihan, tetapi oleh sebagian orang disebutnya pecah karena ketidakcerdasan dalam menalar hakikat situasi yang berlangsung.

“Sekarang sudah selesai, lupakan dulu soal politik. Masih ada sekitar empat tahun untuk sampai kepada Pilpres mendatang, mari kita gunakan waktu ini untuk semua kembali bersatu, berembug dan menyamakan persepsi agar kita dapat membantu pemerintah khususnya membantu Gubernur Pak Edy Rahmayadi dalam membangun Provinsi Sumatera Utara ini. Andaikan berpecah-pecah pun tak ada gunanya, tak akan ada yang kita dapat. Tetapi kalau kita semua bersatu, tentu banyak yang bisa kita lakukan untuk kemaslahatan masyarakat,” papar Syamsul Arifin.

Pada kesempatan itu ia juga mengungkapkan bahwa pada kesempatan beberapa waktu lalu bertemu dan berdiskusi selama sekitar 2,5 jam dengan Gubsu Edy Rahmayadi, ia sempat memberi masukan-masukan tentang bagaimana sebaiknya memimpin Sumut agar dapat berjalan baik dan semua elemen bisa satu persepsi. Di antaranya dikemukakan, munculnya beda-beda pandangan tentu karena masing-masing punya alasan sendiri-sendiri. Nah, alasan-alasan masing-masing itu yang perlu dan harus didengar dan diakomodir, lalu dicari solusi untuk kebaikan bersama.

DAPAT DUKUNGAN

Dalam pertemuan dengan moderator Sekretaris Umum PB MABMI Dr Milhan Yusuf MA itu, gagasan Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE “Sahabat Semua Suku” tersebut sontak mendapat dukungan penuh dari seluruh tokoh yang hadir. Sekretaris PW MABMI Sumut Aja Syahri menyebutkan, PW MABMI Sumut sendiri – sembari menanti arahan lebih lanjut dari Ketua Umum PB – juga akan memprioritaskan selain membangun keutuhan puak-puak Melayu juga ingin bersatunya semua elemen masyarakat termasuk masyarakat etnis yang ada di Sumut.

Sementara itu H Farianda Putra Sinik SE yang menjabat sebagai Ketua Harian Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) dan juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) Sumatera Utara periode 2020-2025, menegaskan dukungan penuh terhadap gagasan Syamsul Arifin “Sahabat Semua Suku” tersebut.

Kendati tidak berani mengatasnamakan masyarakat Minang, namun ia yakin gagasan bersatu tersebut disikapi serupa oleh masyarakat Minang di Sumatera Utara. “Saya dukung penuh, apa ‘titah’ Dato’ Seri Syamsul Arifin akan saya laksanakan. Saya yakin masyarakat Minang juga bersikap serupa dengan saya, tentu kita semua ingin bersatu dan tak menginginkan perpecahan, hanya saja bagaimana caranya menjadikan kita bisa bersatu, nah itu dia yang saya katakan tadi apa ‘titah’ Dato’ Syamsul saya akan laksanakan,” ujar Farianda yang sehari-harinya juga dikenal sebagai pucuk pimpinan Harian Medan Pos dan Medan Pos Online, penuh semangat.

Sokongan penuh pun kemudian diungkapkan para tokoh lainnya seperti dari Tar Samalanga, Wan Nabari Ginting, Sanggam SH Bakkara, Julius Raja, Syarifuddin Siba dan lainnya. (am)