Kelompok Sadar Wisata “Sahat Mamukka” Simanindo Desa Cinta Dame Terbentuk

Minggu, 16 Februari 2020 | 21:19 WIB

Samosir – Hasil Musrembang Kecamatan Simanindo pada tanggal 12 Februari 2020 lalu yang dilaksanakan di Hotel King Ambarita Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara disambut warga penduduk Desa Cinta Dame dengan mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh Dermawan Malau.

Pada pertemuan itu kemudian terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sahat Mamukka Simanindo, Desa Centa Dame.

Kepala Desa Cinta Dame Berman Malau menyambut hasil Musrembang Kecamatan dengan mengundang warganya di pesisir pantai dari batas Pantai Batu Hoda sampai ke batas pantai SMP N 4 Simanindo, Minggu (16/02) di Lokasi pantai milik Bando Malau.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Cinta Dame Berman Malau, Sekdes Gindo Siregar, Kaur Umum Herawaty Sidabalok, Anggota BPD Lastor Jaya Malau, Dormawaty Sidauruk, Sarly Malau dan mantan Kepala Desa James Sihaloho, Suhardi Malau dan segenap undangan.

Berman Malau menjelaskan hasil Musrembang Kecamatan dan Kepala Dinas Pariwisata Dumoch Pandiangan memaparkan bahwa di Kecamatan Simanindo khususnya Desa Cinta Dame mempunyai potensi membuka tempat wisata.

Desa Cinta Dame memiliki tempat wisata yang belum tertata dengan baik seperti Makam Op. Jailalo yang sudah berumur ratusan tahun, Batu Paranggiran yang rutin dikunjungi oleh masyarakat perantauan, Batu Partukkoan Silau Raja, Sopo Bulu Turak Partonunan yang memiliki nilai kearifan lokal yang perlu dilestarikan.

“Bagaimana kita untuk menyukseskan ini tentu pemerintahan desa dengan masyarakat harus saling membantu dan membentuk struktur kepanitiaan,” ujarnya.

Pada acara itu terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Sahat Mamukka” dengan ketua terpilih Edi Amit Malau, sekretaris Wina Etari Br Sinaga, bendahara Jusriwan Malau dan dibantu oleh seksi-seksi yang bertugas membantu untuk suksesnya program.

Ketua terpilih Edi Malau, Minggu (16/02) meminta kepada segenap jajaran pengurus supaya saling membantu dan melaksanakan tugas sesuai dengan bidang masing masing.

“Karna kita masih memulai Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) ‘Sahat Mamukka’ harus benar-benar terlaksana dan jangan jadi penonton di kampung sendiri,” katanya.

“Secepatnya kami pengurus akan membuat AD/ART sebagai pedoman bekerja dan seluruh tim yang berjumlah 60 orang,” tambah Edi Malau.

Berman Malau, kepala desa yang baru dilantik pada 7 Januari 2020, menjelaskan sesuai dengan program pusat yang dicanangkan Presiden, Kabupaten Samosir adalah KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional).

“Kita harus menyambut program tersebut.” ucapnya. (TS.04)