Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Bupati Asahan Rakor Dengan Satgas

Kamis, 21 Januari 2021 | 17:13 WIB
Kisaran, MPOL: Bertempat di Posko Satuan tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, Bupati H. Surya, BSc, Ketua DPRD Asahan, Kapolres Asahan, Ketua PN, Dandim 0208/AS, Kajari Kisaran, Sekretaris Daerah Drs. Jhon Hardi Nasution M.Si, para Asisten, Kepala Dinas Kesehatan dr.Elfina br.Tarigan, MKT, Juru Bicara Satgas Covid-19 Asahan H.Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si, beberapa OPD, dan Tim Satgas Covid-19 melakukan Rapat Koordinasi (Rakor), Kamis (21/01/2021).
Bupati Asahan menyampaikan, dalam Surat Edaran Nomor 360/0122 tanggal 7 Januari 2021 tentang optimalisasi kembali posko satgas penanganan Covid-19 Asahan, agar semua pihak dapat mengoptimalkan kembali penerapan protokol kesehatan. Mengingat sampai saat ini jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Asahan terus meningkat. Perlu adanya evaluasi dan tindakan nyata dalam penanganan serta antisipasi penyebaran Covid-19 di Asahan.
Peraturan Bupati Asahan No. 30 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 itu, antara lain penerapan protokol kesehatan bagi perorangan berupa: menggunakan masker jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya, mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Sementara itu penerapan protokol kesehatan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum, berupa: sosialisasi, edukasi dan penggunaan berbagai media informasi terkait pencegahan dan pengendalian Covid-19. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, upaya identifikasi dan pemantauan kesehatan bagi setiap orang beraktivitas di lingkungan kerja, upaya pengaturan jaga jarak, pembersihan dan disinfeksi lingkungan secara berkala, penegakan kedisiplinan pada masyarakat yang beresiko.
Kedua pelaksanaan operasi Yustisi dilakukan secara rutin oleh Pemkab Asahan bersama TNI/POLRI. Ketiga pemberian cairan disinfektan terhadap rumah ibadah dan pelayanan masyarakat (Kantor Pemerintahan). Keempat penyemprotan cairan disinfektan terhadap fasilitas umum secara berkala dan kelima pemberian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat. Sedang pembelajaran masih dilakukan secara daring dan penundaan kegiatan Car Free Day (CFD) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.
Sementara terkait kesiapan Kabupaten Asahan dalam pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Bupati menginstruksikan agar dalam pelaksanaan vaksinasi tetap memperhatikan SOP dan protokol kesehatan. Bupati juga menyampaikan untuk Kick Off pelaksanaan Vaksinasi di Asahan direncanakan awal P
Februari 2021 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan yang diawali 10 orang pejabat publik dan pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan. Sesuai laporan dari Kadis Kesehatan sebanyak 2155 orang.
Sesuai Surat Keputusan Dirjend Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk teknis Pelaksanaan Vaksinasi menyebutkan  ada beberapa kondisi yang tidak dapat diberikan vaksin, antara lain tekanan darah 140/90, pernah terkonfirmasi Covid 19, sedang hamil, mempunyai gejala ISPA, sedang menjalani perawatan terhadap kelainan darah, menderita penyakit jantung, menderita penyakit autoimun sistemik, penyakit ginjal, penderita penyakit saluran pencernaan kronis dan penderita kanker.
Sementara itu di tempat yang sama Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, SIK secara tegas menyampaikan agar penerapan protokol pencegahan Covid 19 di Asahan benar benar dilaksanakan. Kapolres Asahan juga menghimbau Sagas Penanganan Covid 19 Asahan untuk melaksanakan Instruksi Gubsu Nomor 188.54/1/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Antara lain membatasi tempat/kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home sebesar 50% dan Work From Office 50% dengan tetap melakukan protokol kesehatan lebih ketat. Kegiatan restoran (makan/minum) sebesar 50 %, dan untuk layanan antar tetap diijinkan. Pembatasan Jam Operasional tempat hiburan sampai pukul 22.00 Wib. Penggunaan tempat ibadah dengan penerapan protokol. Dan kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan lainnya dengan pembatasan maksimal 50 %. **