Tak Terima Lahan Mereka Dikosongkan, Ratusan Warga Bandar Baru Blokir Jalan Jamin Ginting

Rabu, 9 November 2022 | 14:24 WIB

Sibolangit, MPOL: Ratusan warga Desa Bandar Baru, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang melakukan aksi unjuk rasa dengan cara memblokir Jalan Jamin Ginting Desa Bandar Baru, Rabu (9/11) pagi. Massa pengunjuk rasa yang melakukan aksi sambil bakar ban itu tak terima terkait perintah pengosongan lahan yang dianggap milik bumi perkemahan Provinsi Sumatera Utara di Sibolangit tersebut.

Akibat aksi unjuk rasa itu pula, arus lalu lintas baik yang datang dari arah Medan menuju Tanah Karo, maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan panjang. Dan untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, petugas Polsek Pancur Batu dibantu personil dari Polrestabes Medan dipimpin Kapolrestabes Kombes Valentino.

Data yang diterima dari lapangan, ratusan warga yang melakukan aksi tersebut menolak ada nya rencana pengosongan lahan oleh pihak pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang menganggap lahan tersebut diduga dikuasai pemerintah atas nama Bumper (Bumi Perkemahan) Pramuka.

Pasalnya, warga mengaku kalau lahan yang dianggap lokasi Bumper tersebut adalah lahan mereka dan memiliki surat dari pemerintah setempat. Dan warga mengganggap pihak yang menyebutkan lahan tersebut dikuasai oleh pihak Pramuka sama sekali diduga tidak memiliki surat syah.

Selain menyampaikan orasi, massa pengunjuk rasa juga membawa dan membentangkan sepanduk yang bertukiskan pernyataan keberatan atas upaya pengosongan lahan yang dianggap warga milik mereka.

Sementara itu, pihak pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dibantu sejumlah petugas dari Satpol PP, Polri dan TNI serta instansi terkait yang terjun ke lokasi tetap meminta warga untuk mengosongkan lokasi yang dianggap milik atau dikuasai pemerintah tersebut. Dan dalam pertemuan itu, pihak pemerintah dan warga gagal melakukan mediasi.

Rencananya mediasi yang ketiga sakan dilakukan kembali mediasi pada 16 November mendatang.

Camat Sibolangit, Herson T Girsang AP, M.Si mengatakan, aksi demo yang dilakukan warga Bandar Baru itu terkait adanya rencana pengosongan lahan yang diklaim sebagai lahan Bumi Perkemahan Pramuka milik Pemprovsu.

” Warga menolak penyampaian SP 2 dari pihak Pemprovsu. Namun demikian, aksi yang dilakukan warga tersebut berjalan damai,” ujar Camat.(TG)

Teks Foto: Ratusan warga saat blokir jalan.