Ini Persentase Angka Penurunan Stunting di Pemkab Pakpak Bharat

Kamis, 5 Maret 2020 | 02:14 WIB

Pakpak Bharat – Dalam rangka Penurunan angka stunting di Pakpak Bharat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bergerak cepat dengan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan aksi integrasi yang berlangsung, Selasa (3/3) di Aula Bappeda.

Dalam Rakor itu Kepala Bappeda Jalan Berutu mempersentasekan prevalensi stunting di Kabupaten Pakpak Bharat pada tahun 2017 sebesar 28,3 %, tahun 2018 sebesar 21, 52 % dan tahun 2019 meningkat secara signifikan sebesar 34,57 %.

Adapun akar masalah stunting sebagai berikut:
(1) Pembangunan ekonomi, politik dan sosial budaya
(2) Poverty, food security, nutrition and education
(3) Purchasing Power, Acces to food, Information and Services.

Aksi Integrasi ini dilaksanakan dengan mengikuti siklus perencanaan dan penganggaran pembangunan di kabupaten Pakpak Bharat untuk memastikan:
a. Perencanaan kegiatan penurunan stunting dilakukan dengan berbasis data;
b. Intervensi gizi yang diprioritaskan oleh daerah dapat dipastikan alokasinya pada dokumen perencanaan dan penganggaran
c. Pemantauan secara terpadu sebagai sarana untuk berkoordinasi dan melakukan penyesuaian pelaksanaan program berdasarkan temuan di lapangan untuk meningkatkan kualitas intervensi
d. Sistem manajemen data yang baik untuk mengukur hasil-hasil pelaksanaan kegiatan; dan
e. Hasil evaluasi kinerja digunakan sebagai dasar perencanaan dan penganggaran tahun berikutnya.

Intervensi penurunan stunting terintegrasi dilaksanakan melalui 8 aksi, yaitu:
1. Analisis situasi program penurunan stunting
2. Penyusunan rencana kegiatan
3. Rembuk stunting
4. Peraturan Bupati/Walikota tentang. peran desa
5. Pembinaan kader pembangunan manusia
6. Sistem manajemen data stunting
7. Pengukuran dan publikasi data stunting
8. Reviu kinerja tahunan

Pelaksanaan 8 aksi integrasi harus disesuaikan dengan jadwal reguler perencanaan dan penganggaran di masing-masing OPD. Hal tersebut dilaksanakan untuk memastikan intevensi penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat dapat berjalan secara efektif dan efisien. (Pb-01)